Drama di Istora: Jafar/Felisha Gagal ke Final Usai Duel Sengat Tiga Gim

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:42 WIB
Drama di Istora: Jafar/Felisha Gagal ke Final Usai Duel Sengat Tiga Gim

Istora Senayan, Sabtu (24/1) sore, menyaksikan duel sengit di babak semifinal Indonesia Masters 2026. Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu akhirnya tumbang dari wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Pertarungan tiga gim itu berakhir dengan skor 22-20, 19-21, dan 17-21 untuk keunggulan pasangan Eropa.

Dari awal, suasana sudah panas. Jafar dan Felisha langsung menancapkan agresi, melesat 3-0. Tapi Christiansen/Boje tak mau kalah. Mereka balas menekan, memutar skor jadi 5-3. Kedua pasangan saling sikut, poin demi poin. Sama kuat di 5-5, lalu 8-8. Namun menjelang interval, ganda Indonesia tertinggal tipis 9-11.

Selepas jeda, pertarungan masih ketat. Skor kembali berimbang di 13-13. Di sinilah momentum mulai bergeser. Performa Jafar/Felisha agak goyah, dan pasangan Denmark memanfaatkannya dengan baik. Mereka merangkak menjauh: 13-15, 14-18, hingga 15-19. Tertinggal 17-20 dan di ujung jurang, banyak yang mengira gim pertama sudah berakhir.

Tapi mereka membuktikan mentalnya. Dengan tenaga terakhir, Jafar dan Felisha bangkit. Poin demi poin mereka raih, menyamakan lalu membalikkan keadaan. Gim pertama berhasil direbut 22-20. Sorak penonton memecah Istora.

Sayangnya, di gim kedua, mereka seperti kehilangan ritme. Christiansen/Boje lebih cepat masuk, mencuri start 4-0. Jafar/Felisha berusaha mengejar, gigih sekali, tapi interval masih menemukan mereka di belakang, 8-11.

Tekanan Denmark terus berlanjut. Skor merenggang jadi 12-17. Lalu, keajaiban hampir terulang. Dengan serangan mendadak, pasangan Indonesia berhasil menyamakan kedudukan di 17-17. Napas penonton tertahan. Namun begitu, konsistensi mereka tiba-tiba buyar. Beberapa kesalahan tak perlu muncul, dan peluang pun menguap. Mereka akhirnya takluk 19-21.

Gim penentu berjalan dengan cerita yang berbeda. Jafar dan Felisha tampil dominan. Smash-smash keras Jafar kerap memaksa lawan melakukan kesalahan. Drive mereka juga tajam, nyangkut di area yang sulit dijangkau Boje. Hasilnya, interval di gim ketiga sungguh menggembirakan: 11-4 untuk keunggulan Indonesia.

Tapi siapa sangka, situasi berbalik 180 derajat setelah jeda. Fokus mereka tiba-tiba buyar. Kesalahan demi kesalahan mengalir. Dari 15-12, mereka terkejar hingga 15-18. Bahkan Jafar sempat mendapat kartu kuning wasit karena dianggap mengulur waktu saat skor 15-16. Semangat mereka seperti terkikis. Pada akhirnya, gim ketiga dan pertandingan berakhir di angka 17-21 untuk kemenangan Denmark.

Mathias Christiansen, usai laga, mengaku lega.

"Pertandingan yang sangat berat. Mereka (Jafar/Felisha) bermain bagus sekali, terutama di gim pertama dan awal gim ketiga. Kami harus bekerja ekstra keras untuk tetap tenang dan mencari celah."

Kekalahan ini mengakhiri perjalanan tuan rumah di nomor ganda campuran. Meski gagal ke final, perlawanan sengit Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu setidaknya telah menghadirkan tontonan berkelas bagi penonton di Istora.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar