Lebaran 2026: Lebih dari Setengah Tiket Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Telah Terjual

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:50 WIB
Lebaran 2026: Lebih dari Setengah Tiket Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Telah Terjual

Jelang Lebaran, antusiasme masyarakat untuk mudik pakai kereta api ternyata tinggi banget. PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta baru aja merilis data terbaru yang cukup mencengangkan: lebih dari separuh tiket kereta api jarak jauh untuk periode mudik sudah ludes terjual.

Franoto Wibowo, Humas KAI Daop 1 Jakarta, membenarkan hal ini. Dalam keterangannya Sabtu (7/3/2026) lalu, dia membeberkan angka-angka yang cukup detail.

"Sisa tempat duduk keseluruhan: 476.191 seat. Rata-rata okupansi (keterisian tempat duduk) sementara kurang lebih 57 persen," jelas Franoto.

Kalau dirinci, dari total 1.076.196 kursi yang disiapkan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, sebanyak 617.752 tiket udah dipesan orang. Gimana, cepat banget kan?

Nah, ternyata ada pola yang menarik. Menurut Franoto, tanggal-tanggal keberangkatan yang paling diburu adalah H-3 sampai H-2 Lebaran. Tiket untuk hari-hari krusial itu sudah nyaris habis, alias mendekati fully booked.

"18 Maret tersisa 2.450 seat, 20 Maret tersisa 2.843 seat, 19 Maret tersisa 3.002 seat. Artinya, tanggal tersebut sudah mendekati fully booked," terangnya lagi.

Melihat animo yang melonjak ini, KAI Daop 1 Jakarta tentu saja tidak tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan langkah antisipasi. Setiap harinya, akan ada total 87 perjalanan kereta api yang dioperasikan. Rinciannya, 68 di antaranya adalah KA reguler, ditambah lagi dengan 19 KA tambahan khusus untuk Lebaran. Semua itu bakal meluncur dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir.

Jadi, buat yang belum kebagian tiket di tanggal-tanggal primadona, mungkin masih ada kesempatan di hari lain. Atau, siap-siap aja cari alternatif transportasi lain. Arus mudik tahun ini diprediksi bakal sangat padat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar