PM Jepang Sanae Takaichi Curhat Kurang Tidur di Tengah Etos Kerja Gila Kerja

- Jumat, 24 April 2026 | 14:55 WIB
PM Jepang Sanae Takaichi Curhat Kurang Tidur di Tengah Etos Kerja Gila Kerja

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dikenal punya etos kerja yang luar biasa. Bahkan mungkin terlalu luar biasa. Belakangan, ia mengeluh soal kurang tidur dan waktu makan yang kacau balau. Ya, pemimpin yang satu ini benar-benar gila kerja.

Keluhan itu bukan sembarang omongan. Disampaikan ke publik oleh seorang politisi senior, Akira Amari. Ia adalah mantan menteri perdagangan yang juga dikenal sebagai orang kepercayaan mendiang Shinzo Abe. Pertemuan mereka terjadi pada Kamis (23/4) waktu setempat, dan baru terkuak ke media keesokan harinya.

“Saya ingin tidur lebih lama,” kata Takaichi kepada Amari saat itu. Perempuan berusia 65 tahun ini sudah menjabat sebagai PM selama enam bulan terakhir. Enam bulan yang padat, katanya.

Nah, soal gaya kerja Takaichi ini sebenarnya sudah jadi sorotan sejak awal. Setelah terpilih memimpin partai berkuasa pada Oktober tahun lalu sekaligus menjadikannya PM wanita pertama Jepang ia berjanji habis-habisan. “Kerja, kerja, kerja, kerja, dan kerja,” begitu slogannya. Tahun 2025 lalu, ucapan itu bahkan sempat viral dan jadi semacam slogan nasional.

Di sisi lain, hidup Takaichi di kediaman resmi juga tak jauh dari hiruk-pikuk pekerjaan. Ia pindah ke sana bersama suaminya pada akhir tahun lalu. Lokasinya? Persis di sebelah kantor PM. Jadi ya, jarak tempuh dari tempat tidur ke meja kerja mungkin cuma beberapa langkah. Tapi ironisnya, itu tetap tidak membuatnya bisa tidur lebih nyenyak.

Dalam rapat komite parlemen awal April lalu, ia sempat blak-blakan. Waktu tidurnya, katanya, “cukup singkat karena saya sibuk dengan pekerjaan rumah tangga.” Lalu sisa waktunya? “Dihabiskan untuk bekerja.” Singkat, padat, dan agak bikin prihatin. Mungkin ini yang namanya jadi pemimpin tidur jadi kemewahan, makan jadi keberuntungan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar