Dirgayuza Bantah Tudingan Prabowo Tak Paham Masalah Rakyat, Sebut Presiden Sengaja Menahan Diri

- Senin, 08 Juni 2026 | 23:40 WIB
Dirgayuza Bantah Tudingan Prabowo Tak Paham Masalah Rakyat, Sebut Presiden Sengaja Menahan Diri

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membantah tudingan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto tidak memahami persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Ia justru menegaskan bahwa kepala negara sengaja menahan diri agar tidak menimbulkan keresahan publik.

“Saya tergelitik ya karena banyak para komentator di media sosial menyampaikan bahwa Bapak Presiden kita tidak mengerti masalah. Disampaikan Presiden kita berjarak dengan masalah atau dihambat untuk mengetahui masalah-masalah apa yang ada di lapangan,” ujar Dirgayuza dalam acara peluncuran buku ‘Presiden Solusi’ di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Menurut Dirgayuza, anggapan itu sama sekali tidak berdasar. Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo justru kerap membahas berbagai persoalan secara mendalam bersama para pembantunya di kabinet, namun dalam forum tertutup.

“Kami melihat itu tidak benar. Yang benar adalah Bapak Presiden itu tidak berkenan bicara jelek tentang orang lain, beliau tidak berkenan membuat kekhawatiran di publik,” lanjutnya.

Kebiasaan itulah, kata Dirgayuza, yang kemudian menjadi alasan mengapa Presiden Prabowo kerap meminta awak media meninggalkan ruangan saat rapat kabinet berlangsung. Permintaan itu, menurut dia, bukan karena ada hal yang disembunyikan, melainkan karena materi pembahasan mulai memasuki hal-hal sensitif yang tidak layak dikonsumsi publik secara mentah.

“Oleh karena itu setiap kali mau bicara soal masalah, beliau meminta media untuk keluar ruangan,” imbuh dia.

“Dan ini terjadi di banyak rapat kabinet, yang terbuka misalkan rapat kabinet terbuka kami ada di situ sepanjang rapat kabinet, kami melihat Bapak Presiden membuka, media dapat meliput dan merekam, tapi ketika sudah mau masuk bicara yang nggak enak-enak media diminta keluar,” sambungnya.

Di sisi lain, Dirgayuza mengakui bahwa kebiasaan tersebut justru menimbulkan dampak negatif terhadap persepsi publik. Alih-alih dipahami sebagai bentuk kehati-hatian, langkah itu justru memunculkan opini bahwa Presiden Prabowo tidak mengetahui persoalan bangsa.

“Akhirnya terciptalah persepsi itu Presiden Prabowo tidak mengetahui masalah padahal yang kita bahas dan kita saksikan sehari-hari Bapak Presiden kita bicara masalah,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar