Polemik yang melibatkan Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah potongan video siaran langsung yang viral di media sosial memicu gelombang kritik. Dalam rekaman tersebut, pernyataan Sarwendah terkait uang nafkah sebesar Rp200 juta dinilai sebagian warganet tidak menghargai Ruben Onsu, sehingga memicu perdebatan sengit di jagat maya.
Video yang beredar luas itu memicu beragam reaksi dari netizen. Sebagian menilai ucapan Sarwendah terdengar kurang pantas dan cenderung tidak menghormati mantan suaminya. Namun, di sisi lain, tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa pernyataan tersebut telah dipotong dari konteks aslinya, sehingga tidak menggambarkan maksud yang sebenarnya secara utuh.
Di tengah ramainya perdebatan, sejumlah warganet juga menuding adanya beberapa pernyataan lain yang dianggap menyindir Ruben Onsu. Akibatnya, kolom komentar di media sosial Sarwendah dipenuhi kritik tajam. Bahkan, beberapa pengguna media sosial menyatakan tidak lagi ingin mengikuti siaran langsung maupun konten yang ia buat.
Menanggapi situasi yang kian memanas, Sarwendah akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan video di Instagram. Dalam pernyataannya, ia mengakui telah mengucapkan kalimat yang tidak seharusnya disampaikan dan menyesali dampak yang muncul akibat pernyataannya tersebut.
Sementara itu, pengamat sekaligus peramal Denny Darko turut memberikan pandangannya terkait polemik ini. Menurutnya, apa yang terjadi merupakan sebuah kekeliruan dalam berbicara yang berpotensi berdampak besar bagi seorang figur publik.
"Ini sebenarnya sebuah keceplosan. Kita tahu Sarwendah sedang menghadapi banyak persoalan, baik urusan keluarga maupun masalah lainnya. Tetapi sebagai publik figur, seseorang akan selalu dinilai dari apa yang dia katakan dan apa yang dia lakukan," ujar Denny Darko dalam kanal YouTube pribadinya.
Ia menilai bahwa kesalahan dalam berbicara dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak kecil, termasuk terhadap peluang kerja sama dan pendapatan yang selama ini sudah dibangun. "Bahkan potensi pekerjaan atau pemasukan yang sebenarnya sudah di depan mata bisa saja langsung berhenti. Saya sangat menyayangkan jika sesuatu yang sudah dibangun selama bertahun-tahun hilang hanya karena salah mengucapkan sesuatu," katanya.
Meski demikian, Denny Darko meyakini bahwa karier Sarwendah masih memiliki peluang untuk tetap bertahan dan pulih dari polemik yang sedang berlangsung. "Karier Sarwendah masih akan baik-baik saja," pungkasnya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Kepulauan Sangihe, Puluhan Gempa Susulan Terjadi
Yaman Serang Target Sensitif di Tel Aviv, Bandara Ben Gurion Lumpuh
Polisi Gagalkan Aksi Begal Tiga Remaja di Tapos, Sita Tiga Senjata Tajam
Ratusan Pedagang Pasar Kranji Baru Adukan Proyek Revitalisasi Mangkrak ke Kejaksaan Agung, Dikaitkan dengan Dugaan Kerugian Negara Rp25 Miliar