IHSG Melonjak 1,41% ke 7.440,91 Didorong Aksi Beli Luas

- Selasa, 10 Maret 2026 | 16:50 WIB
IHSG Melonjak 1,41% ke 7.440,91 Didorong Aksi Beli Luas

Pasar saham Indonesia kembali mencatatkan hari yang cerah. IHSG ditutup menguat cukup signifikan, tepatnya 1,41 persen, ke posisi 7.440,91 pada Selasa (10/3/2026). Semangat beli investor terlihat sejak pagi, bahkan indeks sempat menyentuh puncak harian di level 7.499 setelah dibuka menggapai 7.443.

Suasana pasar terasa hangat. Dari sekian banyak saham yang bergerak, mayoritas memang berakhir di zona hijau. Tercatat 556 saham menguat, sementara yang melemah cuma 203. Sisanya, 199 saham, tampak diam di tempat. Volume perdagangan pun cukup sibuk, mencapai Rp18,8 triliun dengan lebih dari 33 miliar saham yang berpindah tangan.

Kalau dilihat dari indeks-indeks lainnya, warna hijau juga mendominasi. LQ45 naik 1,25 persen ke 759, indeks JII melonjak 2,39 persen ke 497, diikuti IDX30 dan MNC36 yang masing-masing naik 1 persen dan 1,18 persen.

Di sisi lain, hampir semua sektor ikut merasakan gelombang penguatan ini. Mulai dari energi, keuangan, industri, sampai properti dan kesehatan, semuanya menunjukkan performa positif. Hanya satu sektor yang terlihat kecapekan dan tertinggal: teknologi.

Nah, untuk saham-saham individual, ada beberapa yang kinerjanya benar-benar luar biasa. Puncak daftar gainers hari ini ditempati oleh PT Indo Premier Investment Management Tbk (XISB) yang melesat 34,29 persen ke Rp141. Disusul oleh PT Bank Artha Graha International Tbk (INPC) dan PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) yang juga naik tajam.

Namun begitu, tidak semua saham beruntung. Beberapa nama justru terperosok dan masuk dalam daftar losers. PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPLQ) misalnya, anjlok 14,94 persen ke Rp655. PT Hotel Sahid International Tbk (SHID) dan PT Indospring Tbk (INDS) juga ikut tertekan, masing-masing dengan penurunan yang cukup dalam.

Secara keseluruhan, hari ini milik para bull. Pasar menutup sesi dengan optimisme yang jelas terpancar, meski tetap ada sedikit titik merah yang tersisa.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar