Gubernur Banten Serukan Gerakan Menanam di Tengah Lonjakan Harga Cabai

- Selasa, 10 Maret 2026 | 17:35 WIB
Gubernur Banten Serukan Gerakan Menanam di Tengah Lonjakan Harga Cabai

Di tengah Bazar Ramadan yang ramai di Kota Serang, Gubernur Banten Andra Soni mengajak warganya untuk mulai berkebun. Gagasan itu ia sebut sebagai Gerakan Menanam, sebuah langkah konkret untuk menguatkan ketahanan pangan di daerahnya. Andra melihat, masyarakat sebenarnya bisa memenuhi sebagian kebutuhannya sendiri, misalnya dengan menanam cabai di pekarangan rumah.

"Melihat situasi dan potensi Banten, sudah saatnya kita memulai gerakan ini," ujarnya, Selasa (10/3/2026).

"Ini penting agar kebutuhan yang bisa dipenuhi sendiri, seperti cabai atau telur ayam, tidak selalu bergantung pada pasar."

Namun begitu, ia menekankan bahwa gerakan ini tidak bisa jalan sendirian. Perlu ada kolaborasi dari banyak pihak untuk benar-benar mengoptimalkannya.

"Ini perlu kita buat gerakan dengan mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak," kata Andra.

Ajakan gubernur ini muncul di saat harga cabai memang sedang melambung tinggi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Banten, Iwan Hermawan, mengakuinya. Menurut dia, harga di tingkat petani saja sudah selangit.

"Contohnya cabai rawit merah, di petani sudah Rp75.000 per kilogram. Mustahil di pasar kita dapat di bawah harga itu, bahkan bisa tembus Rp100.000," jelas Iwan.

Cuaca ekstrem disebut-sebut sebagai biang keroknya. Panen yang berkurang drastis diperparah dengan masalah distribusi. Barang jadi lebih mudah rusak di perjalanan.

"Distribusi terhambat karena hujan, dan tingkat kerusakan produk jadi tinggi. Satu karung bisa sampai hilang 5 kg karena ini," katanya menerangkan soal loss yang terjadi.

Meski harganya tinggi, Iwan memastikan soal ketersediaan barang di pasar tidak perlu dikhawatirkan. Pemerintah Provinsi Banten terus memantau pergerakan stok dari pasar induk hingga ke pedagang kecil.

"Insyaallah, untuk pasokan kita pantau selalu. Dari pasar induk sampai pasar-pasar kecil, stoknya masih tersedia," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar