Di gedung DPR, Senin lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencoba menjawab satu kekhawatiran yang mengemuka. Isunya soal rencana rotasi pejabat tinggi antara Kemenkeu dan Bank Indonesia. Purbaya meyakinkan bahwa langkah ini sama sekali tidak akan mengganggu kemandirian bank sentral.
"Saya khawatir kalau Juda Agung masuk ke posisi saya, nanti orang dari Perry (Gubernur BI) berusaha menekan saya di dalam," ujar Purbaya, setengah bergurau namun serius.
Tapi, katanya, pertukaran ini justru seimbang. Tidak ada yang aneh. Intinya, independensi BI tetap terjaga.
Rotasi yang dimaksud melibatkan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang masuk bursa calon Deputi Gubernur BI. Di sisi lain, Juda Agung, seorang senior di BI, dikabarkan akan berpindah ke Kementerian Keuangan. Meski belum bisa mengonfirmasi detail posisi Juda, Purbaya mengakui rencana pertemuan sudah ada.
"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu. Saya akan bertemu dengan Bapak Juda Agung mungkin besok kali," tambahnya.
Menurut Menkeu, selama ini kerja sama fiskal dan moneter sudah berjalan solid di bawah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Justru independensi masing-masing lembaga itulah yang jadi modal. Itu memungkinkan terciptanya kebijakan yang saling menguatkan, bukan saling jegal.
"Kami di KSSK, meskipun masing-masing independen, tetap memastikan kebijakan fiskal dan moneter saling mendukung," jelasnya.
Lalu, kapan sebuah bank sentral bisa dibilang kehilangan independensinya? Purbaya punya patokan jelas: yaitu ketika pemerintah mulai ikut campur dalam rapat-rapat penetapan suku bunga. Itu garis merah yang tak boleh dilewati. Dan pemerintah, tegasnya, selalu menghormati batas itu.
"Kalau itu dilakukan, barulah tampak bahwa BI tidak independen. Tapi, ini bukanlah kasusnya," tegas Purbaya.
Penegasan ini jelas ditujukan untuk meredam gejolak di kalangan pelaku pasar. Kekhawatiran akan politisasi di tubuh BI memang selalu sensitif. Harapannya, dengan rotasi ini justru terjadi pertukaran perspektif yang memperkaya kedua institusi. Pengelolaan keuangan negara dan kebijakan moneter bisa mendapat suntikan segar, tanpa harus mengorbankan integritas yang sudah dibangun.
Nah, sekarang tinggal menunggu realisasi pertemuannya dengan Juda Agung. Langkah selanjutnya akan segera lebih jelas.
Artikel Terkait
Roblox Bersiap Patuhi Aturan, Batas Usia Pengguna Minimal 16 Tahun
BSN Perkuat Layanan SiPA untuk Dongkrak Likuiditas dan Daya Saing Keuangan Syariah
Prajurit Prancis UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan Usai Serangan April Lalu
Prabowo dan Albanese Sepakati Ekspor Pupuk Urea 250.000 Ton ke Australia