Di tengah upaya pemerintah membuka akses pendidikan seluas-luasnya, program Sekolah Rakyat digadang-gadang sebagai salah satu jawabannya. Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa kehadiran sekolah ini memang ditujukan untuk mereka yang selama ini terpinggirkan. "Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka yang desil satu (miskin ekstrem) dan desil dua (miskin) mendapatkan kesempatan untuk sekolah," ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan Diana untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah. Menurutnya, program ini adalah bagian dari langkah nyata di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto guna menjangkau masyarakat kurang mampu yang kerap terbentur keterbatasan ekonomi.
Di sisi lain, dari lapangan, ada target waktu yang mendesak. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menargetkan 97 titik Sekolah Rakyat pada tahap kedua harus rampung dibangun Juni mendatang. Targetnya jelas: agar fasilitas ini bisa langsung digunakan saat tahun ajaran baru nanti.
Namun begitu, realitas di lapangan ternyata tidak seragam. Perkembangan pembangunannya berjalan dengan kecepatan yang berbeda-beda. Dody mengakui, butuh konsolidasi harian dan pengawasan yang lebih ketat. Tak hanya itu, dukungan dari berbagai unit di lingkungan Kementerian PU juga mutlak diperlukan untuk mengejar ketertinggalan.
Data per pertengahan April 2026 cukup menggambarkan situasi ini. Sekitar 20% titik pembangunan sudah mencapai progres 30-40 persen. Tapi, jangan dulu berlega hati. Masih ada sekitar empat titik yang sama sekali belum mulai pengerjaan alias nol persen. Belum lagi sekitar 70 titik lainnya yang progresnya masih di bawah angka 30 persen.
Kondisi inilah yang kemudian memacu percepatan. Dody menyebut, percepatan kerja lapangan kini melibatkan beberapa direktorat jenderal secara langsung, seperti Prasarana Strategis, Cipta Karya, dan Bina Marga. Semuanya dikerahkan agar anak-anak seperti Fikri, pemulung cilik berusia 6 tahun yang kini bisa merasakan bangku sekolah, tidak lagi menjadi cerita langka.
Artikel Terkait
Menteri Angkatan Laut AS Mundur di Tengah Ketegangan dengan Iran
Uang Beredar Melesat 9,7%, Tertinggi Sejak Februari 2026
Sidang Suap Bea Cukai Rp 40 Miliar, Pemilik PT Blueray Segera Dihadapkan ke Hakim
Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki Lumpuhkan Bandara Frans Seda, 122 Penumpang Terdampak