Arus balik Lebaran 2026 benar-benar jadi ujian kesabaran. Di jalur utama Simpang Cikidang, Sukabumi, kemacetan parah membuat perjalanan pulang berubah jadi mimpi buruk. Ratusan kendaraan mengular, tak bergerak berjam-jam. Banyak pemudik yang mengeluh, mereka terjebak antrean tak berujung hingga belasan jam lamanya.
Hendi, pemudik berusia 34 tahun asal Bogor, merasakan langsung betapa menggilanya situasi itu. Ia sudah terjebak di kemacetan itu sejak subuh menyingsing. "Dari subuh. Saya asal Bogor," ujarnya, terdengar lelah.
Ia ditemui di sekitar Cibadak, Selasa (24/3/2026) lalu. Menurutnya, tak ada informasi jelas soal apa yang memicu kemacetan sepanjang itu. Yang ia rasakan cuma kelelahan fisik dan mental.
Total, waktu yang terbuang di jalan mencapai sekitar 14 jam. Cukup untuk menonton beberapa film sekaligus, tapi dihabiskan hanya untuk diam di tengah lautan logam dan asap knalpot.
Nasib serupa dialami Supri, pemudik lain yang ikut terjebak. Perjalanan menderitanya dimulai sejak siang hari, dari kawasan Cibadak menuju Simpang Cikidang. Jarak yang mestinya tak seberapa, berubah jadi maraton yang melelahkan.
"Dari Cibadak sampai pertigaan Cikidang itu 14 jam. Berangkat jam 12 siang, sampai Cikidang jam 2 siang, terus kejebak sampai jam 2 malam tadi, ini baru maju lagi," cerita Supri dengan nada frustrasi.
Sekarang, setelah berjam-jam terperangkap, ia hanya punya satu tujuan: melanjutkan perjalanan pulang ke Cicurug. Harapannya cuma satu, jalanan mulai lancar dan perjalanan terakhirnya tak lagi diwarnai kemacetan horor seperti tadi.
Artikel Terkait
Bea Cukai Mataram Awasi Ekspor Logistik 22 Mobil GT3 Usai GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika
Wakapolri Canangkan Konsep O2H: Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Otak, Otot, dan Hati Nurani
Ratusan Personel Keamanan Dikerahkan Kawal Laga Persija vs Persib di Samarinda
Kekalahan Persipura Picu Kerusuhan Suporter di Stadion Lukas Enembe, Sejumlah Fasilitas Rusak