Ada pergerakan menarik di papan khusus Bursa Efek Indonesia. Mulai besok, 20 Januari 2026, status dua saham bakal bertukar tempat. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) akhirnya keluar dari papan pemantauan khusus atau full-call auction (FCA). Posisinya digantikan oleh saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) yang justru masuk.
Artinya, perdagangan MGLV kini kembali ke mekanisme reguler. Sebaliknya, NSSS akan diperdagangkan dengan skema FCA.
"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 20 Januari 2026,"
kata Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, dalam pengumuman resmi Senin (19/1).
MGLV sebelumnya ditempatkan di papan FCA lantaran memenuhi kriteria 10 aturan BEI. Intinya, saham yang kena suspensi lebih dari satu hari karena aktivitas perdagangan, bakal masuk ke papan khusus ini. Tapi, masa tinggal MGLV di sana terbilang singkat, cuma tujuh hari perdagangan.
Dan meski di FCA, saham emiten furnitur mewah itu tetap saja perkasa. Harganya masih mampu naik hampir 30 persen secara kumulatif. Bahkan, kalau kita lihat lebih jauh, kinerjanya benar-benar luar biasa.
Dalam tiga bulan terakhir, MGLV melesat lebih dari 500 persen! Harganya mentok di Rp2.850 per lembar. Kenaikan fantastis itu otomatis mendongkrak kapitalisasi pasarnya jadi Rp5,4 triliun. Cukup gila, kan?
Di sisi lain, NSSS yang kini masuk FCA juga nggak kalah panas. Saham emiten sawit ini dalam tiga bulan terakhir telah naik lebih dari 120 persen, menembus level Rp1.250. Kenaikan tajam itulah yang rupanya menarik perhatian BEI, sehingga akhirnya dipindahkan ke papan khusus.
Jadi, pertukaran posisi ini menandai babak baru bagi kedua saham tersebut. Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Hutama Karya Raup Laba Rp464 Miliar di Kuartal I-2026, Tembus 172 Persen Target
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Bagikan Dividen Rp60,23 Miliar, Setara Rp14,75 per Saham
Indonet Tunjuk Donauly Elena Situmorang sebagai Direktur Utama, Gantikan Andrew Rigoli
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Saham Logistik Baru IPO Justru Melonjak 94%