Pemerintah Pastikan Pasokan Daging Sapi Aman Jelang Iduladha 2026, Impor Dikendalikan agar Tak Rugikan Peternak

- Sabtu, 25 April 2026 | 23:20 WIB
Pemerintah Pastikan Pasokan Daging Sapi Aman Jelang Iduladha 2026, Impor Dikendalikan agar Tak Rugikan Peternak

Menjelang Iduladha 2026, soal ketersediaan daging sapi di dalam negeri klaim pemerintah aman-aman saja. Hitung-hitungannya sudah dilakukan lewat mekanisme neraca komoditas. Jadi, kebijakan impor pun tetap terkendali dan diharapkan tidak memukul peternak lokal.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, bilang begitu pada Sabtu, 25 April 2026.

"Saya kira kita tidak ada masalah. Kita sudah hitung melalui neraca komoditas, termasuk kebutuhan impor daging segar, sapi bakalan, serta populasi sapi dalam negeri," ujarnya.

Nah, yang ditekankan juga, pemerintah tidak akan impor secara berlebihan. Semua kebijakan, katanya, berdasarkan perhitungan yang matang. Tujuannya satu: menjaga keseimbangan antara pasokan yang cukup dan perlindungan buat peternak.

"Tidak mungkin impor daging ugal-ugalan. Semua dikontrol agar tidak merugikan peternak lokal," tegas dia.

Di sisi lain, skema neraca komoditas ini tidak cuma buat daging sapi. Beberapa komoditas lain yang masih bergantung pada impor, seperti bawang putih, juga pakai sistem yang sama. Dengan begitu, pemerintah berharap masyarakat tidak gampang terpancing isu atau provokasi yang tidak jelas asal-usulnya soal pangan.

Soal harga, dia memastikan daging tetap dikendalikan sesuai harga eceran tertinggi (HET). Memang sempat ada kenaikan, tapi pemerintah langsung turun tangan. Penelusuran dilakukan dari hulu ke hilir.

"Kita cek dari feedlot, penyembelihan, hingga pedagang. Kalau ada kenaikan, harus segera ditindak. Presiden menekankan kebutuhan pokok harus sesuai harga yang ditetapkan," kata Sudaryono.

Bicara soal daerah, Jawa Tengah mencatat perkembangan populasi ternak yang cukup besar. Sampai saat ini, jumlah ternak di sana mencapai sekitar 6,3 juta ekor. Dari jumlah itu, sapi sekitar 1,2 juta ekor. Masih kalah dibanding kambing yang tembus 3 juta ekor, plus domba dan kerbau.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar