Badan Gizi Buka 32 Ribu Formasi, Deputi Gubernur BI Mundur dan Bakal Ditukar

- Rabu, 21 Januari 2026 | 05:06 WIB
Badan Gizi Buka 32 Ribu Formasi, Deputi Gubernur BI Mundur dan Bakal Ditukar

Selasa kemarin (20/1), berita seputar rekrutmen besar-besaran di Badan Gizi Nasional jadi sorotan utama. Kabarnya, lembaga itu bakal mengangkat 32 ribu pegawai PPPK pada Februari 2026 mendatang. Tak cuma itu, kabar dari Bank Indonesia soal pengunduran diri salah satu deputi gubernurnya juga ramai diperbincangkan.

Nah, soal rekrutmen itu, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan langsung. Dia menyebut ini adalah bagian dari proses rekrutmen tahap kedua. Pernyataannya disampaikan dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta.

"Kemudian pada tahap 2 kami sudah melakukan seleksi sebanyak 32.000," ucap Dadan.

Dari angka sebanyak itu, mayoritas formasi tepatnya 31.250 posisi ditujukan untuk jabatan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Posisi ini nantinya akan diisi oleh lulusan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia. Selain itu, BGN juga menyiapkan lowongan untuk 750 akuntan dan 375 tenaga gizi.

Menurut Dadan, semua calon yang bakal diangkat itu sudah melalui tahap seleksi. Saat ini, prosesnya sedang berada di fase administratif. Mereka tengah mengisi daftar riwayat hidup dan mengusulkan nomor induk PPPK.

"Diperkirakan mereka akan menjadi PPPK mulai tanggal 1 Februari 2026," lanjutnya.

Di sisi lain, dari dunia perbankan, ada perkembangan menarik. Bank Indonesia akhirnya buka suara soal status Deputi Gubernur Juda Agung. Lewat Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, bank sentral memastikan bahwa Juda Agung memang telah mengajukan pengunduran diri.

“Kami mengkonfirmasi bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal 13 Januari 2026,” kata Denny.

Pernyataan resmi ini sekaligus menegaskan bahwa prosesnya sudah berjalan formal. Denny menambahkan, Gubernur BI Perry Warjiyo telah merekomendasikan sejumlah nama kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi kekosongan posisi itu.

Nah, dari pihak pemerintah, muncul kabar tentang nama-nama pengganti. Prabowo disebut mengusulkan tiga calon: Thomas Djiwandono (Wakil Menteri Keuangan), Dicky Kartikoyono, dan Solikin M Juhro. Surat presiden terkait usulan ini konon sudah sampai di DPR dan dibahas dalam rapat Badan Musyawarah pada Senin (19/1).

Yang menarik, ada semacam "pertukaran" jabatan yang tercium. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Juda Agung kemungkinan besar akan menjadi calon Wakil Menteri Keuangan, menggantikan posisi Thomas Djiwandono.

“Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda besok kali ya. Saya mau lihat niatnya dia apa sih,” kata Purbaya kepada awak media di Kompleks Parlemen.

Ketika ditanya wartawan apakah ini berarti terjadi pertukaran jabatan, Purbaya membenarkan. Gayanya santai saja.

“Kayak switch-switch ya kelihatannya. Kalau bocorannya seperti itu, kayaknya begitu, switch kelihatannya,” ujarnya.

Jadi, begitulah dua berita panas yang menghangatkan Selasa kemarin. Satu tentang penyerapan tenaga kerja dalam skala masif, satunya lagi tentang perputaran orang-orang penting di level elite pemerintahan dan bank sentral.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar