Rupiah kembali terpuruk di akhir perdagangan hari ini. Mata uang nasional kita tercatat melemah lagi terhadap dolar AS, melanjutkan tren yang cukup membuat was-was.
Mengutip Bloomberg, pada Senin (9/3/2026) rupiah ditutup di level Rp16.949 per dolar. Angka itu menunjukkan penurunan 24 poin atau sekitar 0,14% dari posisi penutupan kemarin di Rp16.925. Pergerakannya sendiri sepanjang hari cukup bergejolak, sempat menyentuh level terlemah di Rp17.019 sebelum akhirnya sedikit membaik. Secara tahun berjalan, pelemahan rupiah sudah mencapai 1,61%.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengonfirmasi tekanan yang terjadi.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 24 poin, sebelumnya sempat melemah 70 poin di level Rp16.949 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp16.925 per USD,"
Data dari sumber lain pun tak jauh berbeda. Yahoo Finance mencatat rupiah di zona merah Rp16.935 per dolar, melemah 21 poin. Sementara kurs referensi Jisdor bahkan menunjukkan posisi yang lebih dalam, yaitu Rp16.974 per dolar, turun 55 poin dari hari sebelumnya.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Ibrahim Assuaibi menunjuk pada satu sentimen utama: lonjakan harga minyak yang luar biasa.
Goncangan dari Timur Tengah, Minyak Melonjak 30%
Menurutnya, sentimen itu datang dari konflik di Timur Tengah yang memanas akhir pekan lalu. Serangan udara Israel dan AS yang menyasar fasilitas minyak Iran dibalas Teheran dengan meluncurkan rudal ke sejumlah kilang minyak di kawasan. Situasinya makin runyam dengan laporan bahwa Iran juga menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz, yang secara efektif memblokir jalur pelayaran vital itu.
Ini masalah besar. Selat Hormuz adalah urat nadi pasokan minyak untuk sebagian besar Asia. Gangguan di sana langsung menggoyang pasar global. Harga minyak pun melesat hingga 30%, menerobos angka 100 dolar AS per barel dan mendekati level tertinggi era awal perang Rusia-Ukraina 2022.
Di tengah gejolak itu, Iran juga membuat keputusan politik penting. Mereka menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi. Langkah ini, bagi banyak pengamat, menegaskan bahwa kendali kelompok garis keras di Teheran tetap tak tergoyahkan.
Ancaman Defisit Membayang, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Dampak lonjakan harga minyak ini bagi Indonesia bisa sangat serius. Ibrahim membeberkan, harga minyak dunia sudah menyentuh 92 dolar AS per barel, tertinggi sejak 2020. Padahal, asumsi APBN 2026 cuma mematok harga di 70 dolar AS. Selisihnya jomplang.
"Ini akan menaikkan defisit sebesar Rp6,8 triliun," ungkap Ibrahim. Kekhawatirannya, jika harga terus meroket dan mendekati bahkan lewat dari 100 dolar AS, dampaknya bakal fatal. Defisit APBN terhadap PDB bisa terdorong hingga mendekati 3%, sebuah angka yang melanggar batas aman yang diatur dalam UU Keuangan Negara.
Nah, menghadapi situasi genting ini, Ibrahim menawarkan tiga langkah strategis yang harus segera diambil pemerintah. Pertama, efisiensi anggaran secara signifikan. Belanja negara harus benar-benar difokuskan pada hal-hal yang langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat: pendidikan, kesehatan, pangan, energi, dan pengentasan kemiskinan.
Kedua, pengurangan konsumsi minyak dengan mempercepat program konversi energi. Transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti surya, air, dan angin harus jadi prioritas, termasuk untuk sektor industri.
"Ketiga, stimulus ekonomi mesti digencarkan agar ekonomi tidak terpuruk dengan program deregulasi. Menurutnya, aturan-aturan yang menghambat perkembangan ekonomi bisa dipangkas. Begitu juga perlu debirokratisasi, birokrasi yang berbelit sehingga menyulitkan dunia usaha dapat disederhanakan,"
Dengan semua faktor ini berkelindan, prospek rupiah ke depan masih suram. Ibrahim memprediksi untuk perdagangan besok, Kamis, rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.950 per USD hingga Rp17.000 per USD," jelasnya. Sepertinya tekanan belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Kakek 61 Tahun Tega Cekik Selingkuhan hingga Tewas di Hotel Batu Bara karena Ditolak Berhubungan Badan
Hakim Vonis Hary Tanoe Bayar Ganti Rugi Rp531 Miliar ke CMNP
KPK Imbau Biro Haji Lain Kembalikan Uang Korupsi Kuota Haji
Israel Siap Lanjutkan Perang Lawan Iran, Tunggu Lampu Hijau dari AS