Prabowo Bawa Pulang Komitmen Inggris untuk 1.500 Kapal Ikan

- Rabu, 21 Januari 2026 | 02:15 WIB
Prabowo Bawa Pulang Komitmen Inggris untuk 1.500 Kapal Ikan

Di tengah kunjungan kenegaraannya ke London, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Dari pertemuan itu, ada kabar bagus yang dibawa pulang: dukungan konkret Inggris untuk program maritim Indonesia.

Menurut Prabowo, pemerintah Inggris sepakat mendukung rencana ambisius Indonesia membangun 1.500 unit kapal perikanan. Pernyataan itu disampaikannya langsung di London, dan terekam dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden yang bisa disaksikan publik pada Selasa (20/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo tampak tidak sendirian. Dia didampingi sejumlah pejabat kunci, seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Mendikti Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Di bidang maritim, mereka akan dukung rencana kita untuk membangun, pertama, 1.500 kapal ikan," ujar Prabowo.

Komitmen itu, lanjutnya, hanya bagian dari sebuah rencana yang lebih besar. Pemerintahannya bertekad menggelontorkan investasi dalam skala masif untuk memajukan industri perikanan tanah air. Targetnya jelas: mendongkrak kesejahteraan para nelayan.

"Karena kita mau besar-besaran investasi itu, kita mau perbaiki desa-desa nelayan kita, kita ingin meningkatkan kualitas hidup nelayan kita, kita ingin meningkatkan konsumsi protein rakyat kita," kata dia.

Bagi Prabowo, kolaborasi dengan Inggris ini punya nilai strategis yang tinggi. Dampaknya diharapkan tak hanya terasa di sektor kelautan, tapi juga mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

"Jadi ini sangat strategis bagi kita, ini sangat akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kita khususnya di bidang maritim," tegasnya.

Kerja sama ini, jika dijalankan, bisa menjadi angin segar. Bukan cuma soal angka kapal, tapi tentang perubahan nyata bagi kehidupan di pesisir dan kekuatan ekonomi maritim Indonesia ke depannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar