Ledakan mengguncang langit Doha pagi itu. Sirene meraung-raung, memecah kesunyian Minggu (8/3/2026). Menurut laporan Aljazeera dan AFP, suara keras itu berasal dari serangan rudal yang mengarah ke jantung Qatar.
Untungnya, angkatan bersenjata setempat berhasil mencegatnya. Rudal itu meledak di udara sebelum mencapai sasaran.
Kementerian Pertahanan dengan cepat mengeluarkan pernyataan resmi.
Namun begitu, suasana panik sudah terlanjur menyebar. Tak lama setelah kejadian, ponsel-ponsel warga berdering serentak. Peringatan baru dari Kementerian Dalam Negeri Qatar masuk, mengabarkan bahwa tingkat ancaman keamanan telah ‘ditingkatkan’. Instruksinya jelas: warga diminta tetap di dalam ruangan dan menjauhi jendela.
Merespons situasi yang tiba-tiba memanas ini, pemerintah Qatar langsung bergerak. Perdana Menteri sekaligus Menlu mereka, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, menelepon koleganya dari Mesir, Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty.
Artikel Terkait
Polri Salurkan Alsintan dan Bibit untuk 215 Petani Cikarang
Ajax Amsterdam Tumbang 1-3 dari Groningen di Eredivisie
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Minggu Ini
Ian Huntley, Pembunuh Dua Anak di Soham, Tewas Diserang di Penjara