Rating dari Skytrax baru saja keluar, dan Garuda Indonesia harus menerima kenyataan: mereka turun ke peringkat bintang 4. Kabar ini tentu mengejutkan bagi banyak pihak, mengingat maskapai kebanggaan ini pernah menyandang predikat bintang lima. Tapi, apa respons mereka? Justru sebuah janji untuk berbenah.
Corporate Secretary Garuda, Andreas Hutapea, mengakui penurunan itu. Menurutnya, standar layanan yang selama ini dijalankan sudah tak lagi memenuhi kriteria kelas bintang lima versi Skytrax. Penilaiannya sendiri fokus pada kualitas kabin dan pelayanan awak pesawat.
"Berdasarkan hasil penilaian Skytrax, standar layanan yang disediakan oleh perseroan sudah tidak lagi relevan dengan standar maskapai bintang lima," ujarnya.
Jumat lalu (6/3/2026), Andreas menjelaskan bahwa perseroan tak tinggal diam. Mereka sedang menjalani transformasi pelayanan besar-besaran. Intinya, semua titik yang bersentuhan dengan penumpang akan dibenahi dan disegarkan. Ada roadmap khusus yang disusun untuk itu.
"Perseroan tengah menjalankan berbagai pembenahan mendasar melalui penyusunan roadmap peningkatan pelayanan secara menyeluruh, yang mencakup perbaikan dan penyegaran terhadap sejumlah touch points perjalanan penumpang," katanya.
Di sisi lain, Garuda menyadari betul bahwa rating Skytrax jadi acuan penting bagi calon penumpang. Makanya, langkah perbaikan ini juga dikaitkan dengan positioning mereka sebagai maskapai layanan penuh. Mereka ingin kembali mengedepankan "Indonesia Hospitality" – bukan sekadar slogan, tapi benar-benar dirasakan di setiap produk dan pengalaman pelanggan.
Andreas menambahkan, semua upaya ini selaras dengan niat untuk memperkuat brand Garuda di kancah penerbangan nasional. Mereka masih ingin diakui sebagai pemain kunci.
"Upaya tersebut juga diselaraskan dengan langkah penguatan presensi brand Garuda Indonesia sebagai salah satu key player industri penerbangan nasional," ujar Andreas.
Baginya, tahun 2026 ini adalah momentum. Saat yang tepat untuk mempercepat transformasi di semua lini layanan, sambil terus melakukan konsolidasi internal. Tujuannya jelas: memperkuat kinerja operasional dan tentu saja, keuangan perusahaan.
Jadi, penurunan rating ini rupanya dijadikan cambuk. Garuda berjanji akan bangkit. Tinggal kita tunggu, apakah janji ini akan terbukti di langit.
Artikel Terkait
IHSG Turun Tipis, Saham BOBA dan LAND Melonjak di Atas 34%
IHSG Turun 0,46% Meski Mayoritas Sektor Menguat
Harga Tembaga Tertekan Imbas Ketegangan AS-Iran dan Ketidakpastian The Fed
PT Mulia Boga Raya (KEJU) Bagikan Dividen Rp89,88 Miliar, Setara 50% Laba Bersih