Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, akhirnya kembali ke tanah airnya pada Selasa, 9 Juni 2026, setelah gagal mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat untuk bertugas pada ajang Piala Dunia FIFA 2026. Perjalanan panjang yang semestinya membawanya ke panggung sepak bola dunia justru berakhir di Istanbul, Turki, sebelum ia melanjutkan penerbangan dengan Turkish Airlines menuju Somalia.
Sebelum meninggalkan Bandara Istanbul, Artan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) atas dukungan yang diberikan selama proses yang penuh ketidakpastian ini. Ia mengaku sangat berterima kasih kepada kedua organisasi tersebut serta kepada rakyat Somalia yang terus mendukungnya.
“Saya ingin berterima kasih kepada FIFA yang telah mendukung saya sepanjang waktu, juga kepada rakyat Somalia. Saya sangat berterima kasih kepada FIFA dan CAF,” ujar Artan kepada wartawan, Rabu, 10 Juni 2026.
Artan sebelumnya dijadwalkan menjadi wasit Somalia pertama dalam sejarah yang memimpin pertandingan pada putaran final Piala Dunia FIFA. Namun, ambisi tersebut pupus setelah otoritas Amerika Serikat menolak memberikan izin masuk kepadanya tanpa penjelasan yang memadai.
Federasi Sepak Bola Somalia menyatakan penyesalan mendalam atas keputusan yang menghalangi Artan memasuki wilayah AS. Dalam pernyataan resminya, federasi mengakui hingga saat ini belum menerima penjelasan resmi terkait alasan penolakan tersebut. Meski demikian, mereka meminta publik untuk bersabar hingga seluruh fakta mengenai kasus ini terungkap.
Di sisi lain, seorang pejabat senior Gedung Putih membela keputusan pemerintah AS yang melarang sejumlah peserta internasional memasuki negara tersebut menjelang Piala Dunia 2026. Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia FIFA 2026 Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan bahwa penolakan terhadap Artan dilakukan karena alasan yang sangat kuat, meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
“Itu dilakukan karena alasan yang sangat baik,” kata Giuliani tanpa menjelaskan lebih jauh.
Kasus ini menyita perhatian publik internasional, mengingat Artan berpeluang mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang bertugas pada putaran final Piala Dunia FIFA. Penolakan ini pun memicu pertanyaan mengenai transparansi dan kriteria yang digunakan oleh otoritas AS dalam menentukan izin masuk bagi peserta internasional.
Artikel Terkait
Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Pulih dari Level Terlemah
DPRD DKI Kawal Ketat Perluasan Jaringan Air Perpipaan demi Akses Air Bersih bagi Warga
Menteri Imipas Peringatkan Jajarannya Berhenti Korupsi Usai Mantan Wamen Jadi Tersangka KPK
Sooyoung dan Jung Kyung Ho Dikonfirmasi Putus Setelah 14 Tahun Pacaran, Ramalan Dukun Kembali Jadi Sorotan