Ibu Rumah Tangga Beraksi, Rp15 Juta Raib dari Lapak di Pasar Pandaan

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 02:45 WIB
Ibu Rumah Tangga Beraksi, Rp15 Juta Raib dari Lapak di Pasar Pandaan

Pasar Pandaan di Pasuruan digegerkan aksi pencurian yang cukup berani, Jumat lalu. Bukan maling biasa, pelakunya seorang ibu rumah tangga yang menyamar sebagai pembeli. Uang tunai sebesar Rp15 juta raib dari sebuah lapak pedagang, persis di saat suasana pasar sedang ramai-ramainya.

Rekaman CCTV milik kios itu bercerita dengan jelas. Seorang wanita berhijab dan bermasker terlihat mondar-mandir, memerhatikan barang dagangan. Gayanya santai, seperti pembeli kebanyakan yang lagi cari barang bagus. Tapi matanya waspada, mengamati gerak-gerik si pemilik toko dan karyawannya yang sibuk meladeni pelanggan lain.

Begitu melihat celah, aksinya cepat. Satu ikat uang yang ditaruh dekat meja kasir langsung diambil. Untuk mengelabui, uang itu lalu ditutupi dengan barang belanjaan sebelum si pelaku perlahan menghilang di kerumunan.

Pemilik toko, Yuni, baru ngeh dua jam kemudian. Saat mau ambil uang dari tas penyimpanan di dekat kasir, ia kaget.

"Pas tas dibuka, uang satu ikat Rp15 juta sudah hilang. Saya langsung cek CCTV, ternyata ada ibu-ibu yang ambil pas kami lagi sibuk melayani pembeli,"

Kata Yuni.

Menurut cerita para pedagang lain di sana, rupanya ini bukan kali pertama. Ciri-ciri wanita itu dikenali. Beberapa pedagang mengaku pernah melihatnya, dengan modus operandi yang mirip, beraksi di sekitar Pasar Pandaan.

Kapolsek Pandaan, Kompol Slamet Prayitno, mengonfirmasi laporan ini sudah masuk. Rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah dan aksi pelaku telah diamankan sebagai barang bukti.

"Kasus ini sudah dilaporkan dan sedang kami tindak lanjuti. Kami mengimbau para pedagang untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi pasar sedang ramai, guna mengantisipasi kejahatan serupa,"

Jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus memburu pelaku berdasarkan identitas yang terekam kamera. Aksi nekat di siang bolong itu jadi peringatan keras: kewaspadaan harus selalu dijaga, bahkan di tengah keramaian sekalipun.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar