Di Batam, Mentan Andi Amran Sulaiman tak segan mengucapkan terima kasih. Apresiasi itu ditujukan kepada para Bupati dan Walikota se-Indonesia. Menurutnya, dukungan mereka adalah kunci utama keberhasilan yang satu ini: swasembada beras.
Target awalnya empat tahun. Namun, berkat kerja sama dengan daerah, capaian itu terwujud hanya dalam satu tahun. "Alhamdulillah," ujar Amran usai menghadiri kegiatan APKASI di Kepulauan Riau, Selasa (20/1/2025).
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Bupati/Walikota Se-Indonesia atas support-nya di sektor pertanian. Karena beliau-beliau, kita targetkan swasembada dalam waktu empat tahun tapi alhamdulillah karena support-nya Bupati/Walikota Se-Indonesia sehingga swasembada dicapai dalam waktu satu tahun.”
Ia menegaskan, keberhasilan ini bukanlah hal yang datang tiba-tiba. Peran pemerintah daerah sangat sentral. Mulai dari mengawal produksi di lapangan, memperluas area tanam, hingga menjaga distribusi dan melindungi petani di wilayahnya masing-masing. Sinergi seperti inilah yang menjadi fondasi untuk mewujudkan kedaulatan pangan.
Namun begitu, Amran mengingatkan bahwa perjalanan belum selesai. Sinergi harus terus dijaga untuk mengawal program-program strategis Kementan ke depannya.
“Kami ucapkan terima kasih yang luar biasa atas supportnya terhadap sektor pertanian. Kalau ingin negara menjadi negara super power, negara yang menuju Indonesia emas, kita harus kawal sektor pertanian.”
Langkah selanjutnya? Hilirisasi. Itu kata kuncinya. Pemerintah akan mendorong penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan, yang paling penting, pendapatan petani. Fokusnya akan diarahkan pada komoditas yang permintaannya tinggi di pasar global.
"Kemudian ke depan kita hilirisasi," tutur Amran. "Kita lakukan hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan petani kita. Terutama sektor yang permintaannya tinggi tingkat dunia. Kelapa, kemudian kakao, mete, dan seterusnya."
Jadi, dari swasembada, langkah berikutnya adalah membawa hasil bumi Indonesia naik kelas. Agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat paling dasar: para petani.
Artikel Terkait
Prabowo dan Erick Thohir Bahas Rencana Pembangunan Akademi Olahraga Nasional
BI Proyeksikan Kredit Tumbuh 8-12% di 2026, Didukung Likuiditas dan Permintaan Potensial
Organisasi Pemuda Katolik Kritik Respons Jusuf Kalla Soal Laporan Penistaan Agama
Harga Pertamax Turbo dan BBM Non-Subsidi Lainnya Naik, Pertalite dan Solar Tetap