Seorang ibu rumah tangga berusia 34 tahun nekat melompat dari geladak kapal feri di perairan Penajam Paser Utara. Kejadian tragis ini terjadi Minggu pagi, 18 Januari 2026. Pemicunya? Depresi berat setelah menjadi korban pemerasan puluhan juta rupiah oleh seorang pria yang baru dikenalnya.
Semuanya berawal dari TikTok. Lewat platform itu, korban yang berinisial S berkenalan dengan pelaku. Hubungan mereka pun berlanjut. Dalam kurun waktu seminggu, komunikasi intens terjalin. Sayangnya, itu adalah awal petaka.
Pelaku kemudian meminta sesuatu yang tak pantas: sebuah rekaman video pribadi berdurasi lima menit. Korban, entah karena alasan apa, menurutinya. Dia mengirimkan rekaman asusila itu sendiri. Keputusan yang kemudian dia sesali dalam.
“Pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WITA, pelaku menghubungi korban dan mengancam akan menyebarkan video tersebut jika korban tidak mengirimkan uang sebesar Rp 30 juta,”
Demikian penjelasan Kapolsek Penajam, AKP Saifuddin, Senin (19/1/2026). Ancaman itu jelas menghancurkan. Uang sebanyak itu tentu bukan jumlah kecil bagi seorang ibu rumah tangga biasa.
Merasa kalut dan terjepit, S yang berasal dari Balikpapan itu pun pergi dari rumah. Dia berjalan tanpa tujuan jelas, hingga akhirnya naik ke Kapal Fery Goropa yang menuju Penajam. Namun, pelaku tak memberinya ruang untuk bernapas. Selama di atas kapal, telepon ancaman terus berdering, menagih uang yang diminta.
Tekanan itu mencapai puncaknya. Saat kapal hampir merapat ke Pelabuhan Penajam, sekitar pukul 13.30 WITA, keputusasaan menguasai dirinya. Dengan perasaan malu dan ketakutan yang tak tertahankan, S membuka pintu darurat dan melompat ke laut.
Untungnya, nasib masih menyayanginya. Beberapa Anak Buah Kapal (ABK) yang sigap langsung terjun untuk mengevakuasi. Mereka berhasil menarik korban dari air.
Setelah diselamatkan, kondisi S sempat ditangani di klinik pelabuhan. Meski secara fisik membaik, trauma psikisnya masih sangat berat. Bahkan, saat dimintai keterangan oleh polisi, dia sempat pingsan lagi. Sungguh memilukan.
“Saat ini korban sudah dijemput oleh suaminya. Kami masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku berinisial D,”
tambah Saifuddin. Polisi kini masih mendalami identitas pelaku untuk mengungkap jaringan kejahatan digital ini sepenuhnya.
Kasus ini jadi pengingat pahit bagi kita semua. Polres Penajam Paser Utara pun mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati. Modus love scamming atau penipuan berkedok hubungan asmara di media sosial kian marak. Jangan pernah mudah mengirimkan konten pribadi sensitif kepada orang yang belum benar-benar dikenal. Dunia maya penuh dengan wajah yang tak selalu bersahabat.
Artikel Terkait
Remaja 16 Tahun Gantikan Almarhumah Ibu Berangkat Haji dari Makassar
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan, Pelaku dan Komplotan Ditangkap di Jombang
TNI dan Warga Nduga Gotong Royong Evakuasi Jenazah di Landasan Udara Terpencil
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Kini Merenggang