Tekanan itu mencapai puncaknya. Saat kapal hampir merapat ke Pelabuhan Penajam, sekitar pukul 13.30 WITA, keputusasaan menguasai dirinya. Dengan perasaan malu dan ketakutan yang tak tertahankan, S membuka pintu darurat dan melompat ke laut.
Untungnya, nasib masih menyayanginya. Beberapa Anak Buah Kapal (ABK) yang sigap langsung terjun untuk mengevakuasi. Mereka berhasil menarik korban dari air.
Setelah diselamatkan, kondisi S sempat ditangani di klinik pelabuhan. Meski secara fisik membaik, trauma psikisnya masih sangat berat. Bahkan, saat dimintai keterangan oleh polisi, dia sempat pingsan lagi. Sungguh memilukan.
“Saat ini korban sudah dijemput oleh suaminya. Kami masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku berinisial D,”
tambah Saifuddin. Polisi kini masih mendalami identitas pelaku untuk mengungkap jaringan kejahatan digital ini sepenuhnya.
Kasus ini jadi pengingat pahit bagi kita semua. Polres Penajam Paser Utara pun mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati. Modus love scamming atau penipuan berkedok hubungan asmara di media sosial kian marak. Jangan pernah mudah mengirimkan konten pribadi sensitif kepada orang yang belum benar-benar dikenal. Dunia maya penuh dengan wajah yang tak selalu bersahabat.
Artikel Terkait
Prabowo dan Rupiah Melemah: Saatnya Uji Nyali Calon Deputi BI
Tragis di Surabaya: Korban Pengeroyokan Tewas Usai Kabur dari Lokasi Kejadian
Pramono Anung Kerahkan Pesawat Tiga Kali Sehari untuk Halangi Banjir Jakarta
Prabowo di Persimpangan: Pilih Rakyat atau Lindungi Jokowi?