Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Tenang, Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:55 WIB
Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Tenang, Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman

Suasana di sejumlah SPBU di Aceh belakangan ini ramai luar biasa. Antrean kendaraan mengular, bahkan sampai memenuhi badan jalan. Yang bikin heboh, banyak warga terlihat membawa jeriken berbagai ukuran, seolah-olah sedang bersiap menghadapi kelangkaan. Fenomena ini viral di media sosial dan memicu pertanyaan: amankah cadangan BBM kita?

Menanggapi keresahan ini, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno angkat bicara. Ia meminta masyarakat untuk tidak panik. Menurutnya, situasi pasokan bahan bakar minyak di dalam negeri masih terkendali dengan baik.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak perlu khawatir,” tegas Eddy saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (7/3/2026).

Alasannya cukup jelas. Selain stok nasional yang masih aman untuk kebutuhan sekitar 20 hari ke depan, arus pasokan BBM ke Indonesia juga masih berjalan lancar. Jadi, menurut Eddy, tidak ada alasan untuk buru-buru menimbun.

Lalu, bagaimana dengan ketegangan di Timur Tengah pasca-serangan AS-Israel ke Iran? Eddy mengakui bahwa Indonesia memang mengimpor sebagian minyaknya dari kawasan tersebut. Namun begitu, porsinya tidak dominan.

“Kita hanya mengambil 20% dari BBM kita dari Timur Tengah. Sisanya kita ambil dari tempat-tempat lain yang tidak terpengaruh oleh perang di sana,” ujarnya lagi.

Artinya, mayoritas pasokan kita berasal dari negara-negara yang relatif lebih stabil. Ini jadi poin penting yang sering terlupakan di tengah kepanikan.

Di sisi lain, Eddy menyadari imbauan saja tidak cukup. Ia menyebut akan segera berkoordinasi dengan jajaran direksi Pertamina Patra Niaga. Tujuannya, untuk membuat langkah konkret menenangkan publik, khususnya di daerah-daerah yang mengalami “rush” atau pembelian berlebihan seperti di Aceh.

Memang, sebelumnya telah beredar video antrean panjang di Aceh Tengah dan lima SPBU di Kota Banda Aceh. Tak cuma di SPBU, pedagang eceran pun diborong. Roda dua, roda empat, plus jeriken-jeriken berjejalan. Sampai-sampai arus lalu lintas sekitar pun ikut macet.

Nuansa kepanikan itu yang ingin dicegah agar tidak meluas. Eddy berharap, dengan penjelasan yang transparan dan tindakan cepat dari pihak terkait, situasi bisa segera kembali normal. Masyarakat pun diharapkan bisa lebih bijak dan tidak terbawa arus informasi yang belum tentu kebenarannya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar