Malam itu, jalanan Tol Cipularang yang biasanya ramai, berubah menjadi panggung kelam. Tabrakan beruntun yang melibatkan sepuluh kendaraan di KM 93 arah Jakarta merenggut dua nyawa. Korban tewas adalah sopir dan kernet sebuah mobil pikap yang ikut terlibat dalam kecelakaan maut tersebut.
Kompol Joko Prihantono, Kepala Induk PJR Cipularang, mengonfirmasi kabar duka ini.
"Jumlah korban 2 meninggal dunia yakni pengemudi dan kernet pikap. Luka berat dan luka ringan masih dalam penanganan," ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Dari keterangan polisi, daftar kendaraan yang terlibat cukup panjang dan beragam. Mulai dari truk kontainer, pikap, truk lain, hingga sejumlah mobil penumpang seperti Toyota Rush, Daihatsu Sigra, dan Toyota Agya. Sebuah tronton boks, Hiace, Toyota Raize, dan Mazda Biante juga ada dalam daftar itu. Saat ini, petugas masih sibuk di lokasi kejadian.
Lalu apa pemicunya? Polisi menduga kuat masalah teknis pada sebuah truk besar.
"Diduga kendaraan kontainer nopol B-9367-UEL mengalami masalah pengereman," jelas Joko.
Kemacetan Mengular Tiga Kilometer
Kecelakaan ini terjadi tepat pada Kamis malam, pukul 20.15 WIB. Dampaknya langsung terasa. Lalu lintas macet mengular hingga sejauh tiga kilometer, memanjang dari lokasi kejadian.
Nugroho, petugas call center Jasa Marga yang dihubungi lewat telepon, menggambarkan situasi yang masih kacau. Evakuasi korban dan kendaraan belum sepenuhnya selesai, sehingga kepadatan masih terjadi dari KM 96 hingga KM 93.
"Kondisi di lokasi untuk informasi yang kami terima masih ada sedikit kepadatan dari KM 96-93," kata Nugroho sekitar pukul 22.42 WIB.
Meski begitu, dia menegaskan tidak ada penutupan jalur sama sekali. Kemacetan itu murni karena proses evakuasi yang masih berlangsung di tepi jalan.
"Kondisi normal hanya ada kepadatan karena evakuasi," ujarnya lagi.
Penanganan di lapangan memang masih terus dilakukan. Beberapa kendaraan berhasil disingkirkan, tapi pekerjaan belum usai.
"Informasi yang kami terima evakuasi sedang dalam evakuasi masih berlangsung, beberapa kendaraan sudah berhasil dievakuasi namun masih dalam penanganan," jelas Nugroho.
Perlahan, arus lalu lintas mulai bisa dialihkan. Satu lajur dibuka sekitar pukul 20.59 WIB. Tak lama kemudian, pukul 21.43 WIB, dua lajur sudah bisa dilintasi kendaraan lagi. Namun, kesedihan dan kekacauan malam itu tentu tak semudah itu terhapus.
Artikel Terkait
Polisi Sita 80 Gram Kokain dan Tangkap Dua Tersangka di Kemayoran
YouTube Patuh pada PP Tunas, Batasi Aksen Pengguna di Bawah 16 Tahun
Dua Mahasiswi Unsoed Laporkan Rekan ke Polisi Diduga Pelaku Kekerasan Seksual
Anggota DPR Usulkan Transaksi Batu Bara DMO Pakai Rupiah untuk Kurangi Risiko Negara