Jembrana, Bali – Pintu gerbang utama Bali dari arah Jawa, Terminal Gilimanuk, kini punya sistem baru. Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi mengoperasikan e-retribusi di area manuver dan terminal tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan publik yang lebih transparan.
Kalau dulu bayar retribusi pakai uang tunai, sekarang beda. Sistemnya sudah non-tunai. Pengguna bisa memilih, bayar pakai kartu uang elektronik atau scan QRIS. Tujuannya jelas: memangkas potensi kebocoran pendapatan daerah dan mempercepat transaksi, terutama saat arus kendaraan membludak.
Bayangkan saja, saat musim mudik Lebaran atau libur panjang, antrean kendaraan di Gilimanuk bisa panjang sekali. Dengan sistem digital, prosesnya diharapkan lebih lancar. Tidak perlu lagi cari-cari receh atau menunggu lama.
Untuk memastikan semuanya siap, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, turun langsung ke lapangan. Dia mengecek perangkat pemindai, sistem QRIS, hingga kesiapan petugas. Semua harus optimal sebelum sistem ini berjalan penuh.
Menurut Patriana Krisna, ini baru langkah awal. Digitalisasi di Gilimanuk nantinya bisa jadi contoh untuk titik-titik retribusi lain di Jembrana.
“Lewat sistem ini, pengelolaannya jadi lebih tertib dan terintegrasi,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Artikel Terkait
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadan Cerminkan Kekuatan Indonesia
Dua Korban Bacokan Saat Sahur Keliling Picu Aksi Pembakaran Rumah di Gresik
Menteri Agama Ajak Umat Muslim Gembleng Akhlak di Bulan Ramadan
Serangan Rudal Iran Lukai Dua Warga Israel, 86 Lainnya Terluka Saat Berlindung