Tim DVI Berhasil Identifikasi 34 Korban Longsor Cisarua

- Rabu, 28 Januari 2026 | 10:20 WIB
Tim DVI Berhasil Identifikasi 34 Korban Longsor Cisarua

Hari keempat pencarian korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih berlangsung dengan intens. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat terus bekerja tanpa henti. Mereka baru saja merilis perkembangan terbaru yang cukup signifikan.

Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, mengonfirmasi bahwa hingga Rabu (28/1/2026) ini, jumlah korban yang berhasil dikenali identitasnya bertambah menjadi 34 orang. Angka ini naik dari sebelumnya yang masih 30 orang.

“Total 34 korban berhasil diidentifikasi, bertambah dari sebelumnya 30 korban,” ujar Kombes Hendra.

Menurutnya, penambahan data ini didapat setelah tim menerima 10 kantong jenazah tambahan pada Selasa lalu. Kalau dihitung total, posko DVI sudah menangani 50 kantong jenazah sejak operasi pencarian dimulai.

Prosesnya sendiri tidak mudah. Dari sekian banyak kantong yang masuk, hanya empat jenazah lagi yang berhasil diidentifikasi lewat perbandingan data post-mortem dan ante-mortem. Metode yang dipakai pun beragam, menyesuaikan kondisi masing-masing korban.

Berikut ini nama-nama mereka yang berhasil dikembalikan identitasnya:

Pertama, Awang Sih (70). Pria sepuh ini teridentifikasi lewat barang miliknya dan pemeriksaan khusus pada kondisi giginya.

Kedua, Wati yang juga dikenal sebagai Enok (58). Identitasnya dipastikan melalui sidik jari dan sejumlah tanda medis tertentu di tubuhnya.

Lalu ada Bayu Nur Cahaya (33). Pria ini dikenali dari sidik jari dan data odontologi atau catatan gigi.

Terakhir, Epon (30). Perempuan ini diidentifikasi dengan tiga cara sekaligus: sidik jari, pemeriksaan gigi, dan rekam medis yang dimiliki.

Di sisi lain, Hendra menegaskan bahwa pekerjaan tim DVI belum selesai. Masih ada jenazah lain yang menunggu untuk dikembalikan kepada keluarganya.

“Tim DVI Polda Jabar memastikan proses identifikasi terus berlanjut hingga seluruh korban teridentifikasi,” tegasnya.

Nada suaranya terdengar lelah namun penuh tekad. Upaya mengembalikan nama dan martabat setiap korban tampaknya akan terus digenjot, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar