Kedua, Wati yang juga dikenal sebagai Enok (58). Identitasnya dipastikan melalui sidik jari dan sejumlah tanda medis tertentu di tubuhnya.
Lalu ada Bayu Nur Cahaya (33). Pria ini dikenali dari sidik jari dan data odontologi atau catatan gigi.
Terakhir, Epon (30). Perempuan ini diidentifikasi dengan tiga cara sekaligus: sidik jari, pemeriksaan gigi, dan rekam medis yang dimiliki.
Di sisi lain, Hendra menegaskan bahwa pekerjaan tim DVI belum selesai. Masih ada jenazah lain yang menunggu untuk dikembalikan kepada keluarganya.
“Tim DVI Polda Jabar memastikan proses identifikasi terus berlanjut hingga seluruh korban teridentifikasi,” tegasnya.
Nada suaranya terdengar lelah namun penuh tekad. Upaya mengembalikan nama dan martabat setiap korban tampaknya akan terus digenjot, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Artikel Terkait
Polri Minta Maaf, Personel yang Amankan Pedagang Es Kue Jadul Diperiksa Propam
Tujuh Pemuda Diringkus Usai Aniaya Pengendara dan Siram Air Panas ke Ibu Gendong Balita
Serikat Buruh Tolak Usulan Polri Dibawah Kementerian, Dukung Penuh Sikap Kapolri
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Penumpang Langsung Berduyun-duyun