Remaja di Ponorogo Selamat Dievakuasi dari Sumur Sedalam 25 Meter

- Senin, 08 Juni 2026 | 03:45 WIB
Remaja di Ponorogo Selamat Dievakuasi dari Sumur Sedalam 25 Meter

Seorang remaja di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 25 meter. Peristiwa itu terjadi di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, pada Minggu pagi, dan korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah proses penyelamatan selesai.

Korban diketahui bernama Abimanyu (15). Ia terjatuh saat tengah membantu ayahnya membersihkan rumah lama milik keluarga yang sebelumnya dikontrakkan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, menyampaikan bahwa peristiwa itu pertama kali diketahui setelah korban tiba-tiba tidak terlihat di tengah kegiatan bersih-bersih. Keluarga dan warga sekitar kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan Abimanyu berada di dasar sumur yang masih berisi air.

“Laporan kami terima sekitar pukul 09.00 WIB. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan berada di dasar sumur dengan kedalaman kurang lebih 25 meter,” kata Masun.

Setelah menerima laporan, tim penyelamat dari BPBD Ponorogo segera diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan metode vertical rescue karena kondisi sumur yang sempit, dengan diameter kurang dari satu meter. Menurut Masun, penyelamatan berlangsung secara hati-hati mengingat kedalaman sumur dan terbatasnya ruang gerak petugas di dalamnya.

“Tim harus menurunkan personel ke dalam sumur untuk memasang perlengkapan pengaman sebelum korban dievakuasi ke permukaan,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam hingga korban berhasil diangkat ke atas dalam keadaan selamat. Setelah itu, Abimanyu langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, BPBD Ponorogo menduga insiden tersebut terjadi karena adanya sumur yang sedang dalam proses perbaikan di dalam rumah. Kondisi bangunan yang telah lama dikontrakkan membuat pemilik tidak mengetahui perubahan pada bagian lantai maupun area sekitar sumur.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi bangunan dan menutup area berbahaya saat dilakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Masun.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar