Kapolri Bercanda Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun, Respons Banyak Aktivis Kini Duduki Jabatan Pemerintahan

- Senin, 08 Juni 2026 | 03:30 WIB
Kapolri Bercanda Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun, Respons Banyak Aktivis Kini Duduki Jabatan Pemerintahan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melontarkan gurauan yang mengundang perhatian di hadapan ribuan buruh. Ia menyatakan keinginannya untuk beralih profesi menjadi aktivis setelah masa pensiunnya tiba, sebagai respons atas fenomena banyak aktivis yang kini mengisi kursi pemerintahan. Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

“Jadi, karena aktivis-aktivis akhirnya kosong, ya, saya mohon izin kepada teman-teman selesai jadi Kapolri, saya gantian jadi aktivis. Boleh enggak?” ujar Sigit yang langsung disambut tepuk tangan riuh para peserta kongres.

Dalam kesempatan itu, Sigit menyoroti perubahan peran sejumlah aktivis yang kini menduduki jabatan strategis di kabinet. Ia mencontohkan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Said Iqbal yang rencananya akan dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin (8/6). Kepada Said Iqbal, Sigit menyampaikan ucapan selamat secara langsung.

“Tadi sudah banyak yang disampaikan oleh beliau-beliau. Memang terjadi perubahan dari aktivis-aktivis saat ini rata-rata kemudian menjadi pimpinan-pimpinan di kabinet. Selamat ya, pak,” tuturnya.

Pembukaan kongres tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, serta Presiden KSPSI Andi Gani. Di hadapan para tokoh itu, Sigit melanjutkan selorohnya dengan menyinggung pengalamannya selama menjabat sebagai Kapolri. Ia mengaku kerap menjadi sasaran demonstrasi massa dan kini ingin merasakan posisi sebaliknya.

“Karena terus terang, saya tadi sangat senang dengar yel-yelnya tadi. Kayaknya cocok buat saya. Karena hampir lima tahun saya ini didemo terus. Jadi, gantian nanti saya mau demo Pak Jumhur,” ucap Sigit berseloroh.

Di balik gurauannya, Sigit menegaskan dukungannya terhadap perjuangan buruh. Ia mengaku termasuk salah satu pihak yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja dan mendukung langkah buruh mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Mantan Kabareskrim Polri itu juga menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal hak-hak buruh.

Ketika ditanya awak media usai acara apakah pernyataannya itu serius atau sekadar candaan, Sigit menjawab dengan senyuman. “Emangnya enggak boleh ya,” katanya singkat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar