Suara ledakan keras mengguncang sebuah kawasan di Kabul, Senin sore. Menurut keterangan saksi mata, dentuman itu terdengar sekitar pukul tiga setengah, tepatnya di sebuah jalan yang cukup ramai. Insiden ini, yang terjadi di sebuah hotel, menelan korban jiwa. Setidaknya tujuh orang dilaporkan tewas, sementara tiga belas lainnya menderita luka-luka.
Keadaan di lokasi langsung kacau. "Itu adalah situasi darurat. Semua orang takut akan nyawa mereka sendiri," ujar seorang pemilik toko bunga di dekat lokasi yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan.
Dari balik tokonya, dia melihat kepanikan. "Saya melihat setidaknya lima orang terluka," tuturnya.
Di sisi lain, keterangan resmi datang dari juru bicara kepolisian Kabul, Khalid Zadran. Dia mengonfirmasi bahwa ledakan memang terjadi di sebuah hotel, meski penyebab pastinya masih diselidiki. Kawasan itu, yang juga dipadati beberapa restoran, kini dikepung oleh petugas polisi. Seorang wartawan di tempat kejadian melaporkan melihat sebuah truk dan mobil polisi berjaga, plus sebuah mobil dengan kaca pecah berantakan.
Korban jiwa dan luka-luka punya wajah. Dejan Panic, Direktur LSM Emergency yang mengelola rumah sakit di Kabul, memberikan rincian yang memilukan.
"Di antara yang terluka terdapat empat wanita dan seorang anak," katanya kepada AFP.
Tak hanya warga lokal yang menjadi korban. Laporan terpisah dari kantor berita Xinhua menyebutkan dua warga negara Tiongkok mengalami luka serius akibat ledakan tadi. Restoran di area itu juga dikabarkan rusak parah, dan seorang petugas keamanan Afghanistan kehilangan nyawanya.
Sore itu, Kabul kembali berduka. Suasana mencekam masih menyelimuti jalanan yang baru saja dilanda teror.
Artikel Terkait
Jakarta dan Shenzhen Sepakat Jalin Kerja Sama Kota Kembar
Kemenperin Musnahkan Ribuan Alat Pemadam Api Tanpa Sertifikat SNI
Ketua Parlemen Iran: Blokade AS Hambat Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Survei: 84,6% Publik Puas dengan Kinerja Prabowo, Harga Sembako Masih Jadi Keluhan