Pemerintah Kota Sibolga baru-baru ini mengambil tindakan tegas. Dua orang pegawai kontrak di RSUD FL Tobing dipecat karena kedapatan memungut biaya secara liar untuk pemulasaran jenazah korban bencana alam. Padahal, layanan untuk korban seharusnya gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Menurut Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, pungutan itu murni tindakan pribadi oknum, bukan kebijakan rumah sakit.
"Atas perintah Wali Kota, kami langsung bergerak. Langkah tegas ini kami ambil terhadap oknum yang terlibat," ujarnya.
Dua pegawai kontrak yang dimaksud berinisial AT dan KHS. Sementara, satu oknum lain yang berstatus ASN masih akan diproses lebih lanjut oleh Inspektorat. Denni menegaskan semua dokumen pemberhentian dan rekomendasi pemeriksaan sudah disiapkan dan disampaikan sesuai aturan yang berlaku.
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza: Pelanggaran Gencatan Senjata yang Memicu Kembalinya Mimpi Buruk
Longsor Pangalengan Tewaskan Dua Anak Saat Makan Siang
Gencatan Senjata Retak, 32 Nyawa Melayang dalam Serangan di Gaza
Tebing Ambrol di Jasinga, Lalu Lintas Bogor Terganggu