Dari hasil pemeriksaan, terungkap keluarga korban sempat mengeluarkan uang sebesar Rp 800 ribu untuk diberikan kepada pelaku. Uang sejumlah itu, kata Denni, sudah dikembalikan oleh Direktur dan Wakil Direktur RSUD kepada keluarga yang bersangkutan.
"Hasil konfrontasi jelas. Uang Rp 800 ribu itu diberikan ke oknum, bukan ke kas rumah sakit," jelas Denni.
Insiden ini tentu mencoreng layanan publik di saat masyarakat sedang berduka. Tindakan cepat Pemkot setidaknya memberi sinyal bahwa praktik semacam ini tak akan dibiarkan.
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza: Pelanggaran Gencatan Senjata yang Memicu Kembalinya Mimpi Buruk
Longsor Pangalengan Tewaskan Dua Anak Saat Makan Siang
Gencatan Senjata Retak, 32 Nyawa Melayang dalam Serangan di Gaza
Tebing Ambrol di Jasinga, Lalu Lintas Bogor Terganggu