Dari hasil pemeriksaan, terungkap keluarga korban sempat mengeluarkan uang sebesar Rp 800 ribu untuk diberikan kepada pelaku. Uang sejumlah itu, kata Denni, sudah dikembalikan oleh Direktur dan Wakil Direktur RSUD kepada keluarga yang bersangkutan.
"Hasil konfrontasi jelas. Uang Rp 800 ribu itu diberikan ke oknum, bukan ke kas rumah sakit," jelas Denni.
Insiden ini tentu mencoreng layanan publik di saat masyarakat sedang berduka. Tindakan cepat Pemkot setidaknya memberi sinyal bahwa praktik semacam ini tak akan dibiarkan.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Permukiman di Cibubur, 6 Warga Dievakuasi Saat Lebaran
Pemerintah Kaji WFH, Arahan Langsung dari Presiden Prabowo
Umat Muslim Iran Jalankan Salat Idulfitri di Tengah Situasi Perang
Mantan Striker Kamerun Ungkap Tawaran Villarreal untuk Yohanes Pahabol Ditolak