Hujan tak henti-hentinya mengguyur Jasinga sejak pagi itu. Akibatnya, sebuah tebing setinggi 20 meter di bantaran Sungai Cidurian pun ambrol. Kejadiannya di Jalan Raya Jasinga-Bogor, dan langsung bikin kacau arus lalu lintas di sana.
Menurut sejumlah saksi, longsoran tanah itu terjadi sekitar pukul setengah sembilan pagi. Suara gemuruhnya cukup keras, disusul dengan debu tanah yang beterbangan. Seketika, jalan utama penghubung itu pun terhalang material tanah dan bebatuan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani, membenarkan kejadian itu. Ia menyebut penyebab utamanya adalah hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama.
Dampaknya langsung terasa. Akses jalan dari arah Jasinga menuju Bogor terpaksa ditutup sebagian. Sebagai gantinya, diberlakukan sistem buka-tutup satu jalur. Kendaraan dari kedua arah harus antre dan melintas secara bergantian.
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza: Pelanggaran Gencatan Senjata yang Memicu Kembalinya Mimpi Buruk
Longsor Pangalengan Tewaskan Dua Anak Saat Makan Siang
Gencatan Senjata Retak, 32 Nyawa Melayang dalam Serangan di Gaza
Bamsoet Soroti Vault Museum Cafe sebagai Destinasi Baru Sejarah Otomotif Jakarta