Lansia di Sekadau Tewas Terlilit Pukat di Bawah Perahunya Sendiri

- Kamis, 04 Desember 2025 | 14:42 WIB
Lansia di Sekadau Tewas Terlilit Pukat di Bawah Perahunya Sendiri

Hi!Pontianak – Kabar duka datang dari Dusun Tanjung, Desa Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Abang Nuar, seorang lansia berusia 67 tahun, ditemukan meninggal dunia di Sungai Sekadau pada Kamis, 4 Desember 2025 lalu.

Menurut keterangan yang dihimpun, sehari sebelumnya, Rabu sore sekitar pukul empat, korban sempat berpamitan pada keluarganya. Ia hendak memasang pukat di sungai, naik perahu miliknya sendiri. Aktivitas itu sudah jadi rutinitasnya. Biasanya, ia pulang ketika malam tiba.

Tapi kali ini berbeda.

“Karena hingga Kamis pagi korban tidak kembali, keluarga merasa khawatir dan meminta bantuan Bhabinkamtibmas serta warga sekitar untuk melakukan pencarian,” jelas IPTU Triyono, Kasi Humas Polres Sekadau, yang menyampaikan penjelasan atas nama Kapolres AKBP Donny Molino Manoppo.

Pencarian pun segera digelar. Hasilnya, perahu yang ditumpangi Abang Nuar ditemukan tersangkut di tepian sungai. Saat diperiksa lebih dekat, keadaan yang memilukan terungkap. Jenazah pria itu ditemukan terperangkap di bawah lunas perahu. Tubuhnya terlilit erat oleh jaring pukat yang ia pasang sendiri.

Personel Polsek Nanga Taman langsung bergerak. Mereka mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan para saksi, lalu mengevakuasi jenazah. Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka.

“Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” kata Triyono.

Ia juga menambahkan pesan, “Kami menyampaikan duka cita dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada kondisi cuaca musim hujan seperti sekarang.”

Insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat. Sungai yang menjadi sumber kehidupan, kadang juga menyimpan bahaya yang tak terduga.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar