Persebaya Butuh Taring, Sananta Jadi Solusi Reuni dengan Tavares?

- Minggu, 01 Februari 2026 | 23:00 WIB
Persebaya Butuh Taring, Sananta Jadi Solusi Reuni dengan Tavares?

SURABAYA Lagi-lagi, hasil imbang. Kali ini lawan Dewa United. Bagi Persebaya, ini bukan cuma soal poin yang tercecer, tapi lebih ke pertanyaan yang terus menggantung: kenapa peluang susah jadi gol? Dominasi permainan ada, serangan dibangun, tapi sentuhan pamungkas selalu saja kurang tajam. Masalahnya jelas: lini depan.

Nah, di tengah kegelisahan itu, satu nama mulai ramai dibicarakan. Ramadhan Sananta. Gosip transfer untuk Liga Super 2025/2026 tiba-tiba menghangat, dan kali ini punya alasan yang menarik.

Rumor soal reuni Sananta dengan Bernardo Tavares di Persebaya ini punya dasar yang kuat. Bukan cuma isapan jempol. Mereka punya sejarah bersama di PSM Makassar, tempat di mana Sananta benar-benar melejit. Ada chemistry yang sudah terbentuk, logika taktis yang masuk akal, dan yang paling penting: kebutuhan kedua belah pihak yang sepertinya cocok.

Buat Tavares, Sananta itu bukan pemain biasa. Dia adalah proyek yang pernah diurusnya sendiri. Di bawah asuhan pelatih asal Portugal itu, Sananta bertransformasi dari penyerang muda mentah menjadi finisher utama. Tavares paham betul karakter pemain ini: agresif di area penalti, kuat dalam duel udara, punya insting gol yang kadang datang dari situasi kacau, bukan cuma skema rapi.

Karakter seperti inilah yang sepertinya sedang dicari-cari Persebaya saat ini.

Lihat saja beberapa laga terakhir. Bajul Ijo sering menguasai permainan, bola muter-muter di sepertiga akhir lapangan lawan, tapi ujung-ujungnya… nihil. Nggak ada yang bisa diandalkan untuk memastikan bola masuk gawang. Hasil imbang tadi malam cuma pengingat terbaru yang paling nyata.

Perjalanan Sananta ke panggung utama juga nggak instan. Namanya meledak di SEA Games 2023 Kamboja, dengan lima gol yang membawa Indonesia raih emas, termasuk dua di final lawan Thailand. Tapi sebelum jadi pahlawan, jalannya berliku.

Tahun 2021, ia masih main di Liga 3 bersama PS Harjuna Putra. Performanya menarik minat Persikabo 1973, tapi di level tertinggi, kesempatan tak kunjung datang. Hanya empat penampilan tanpa gol. Hampir saja terlupakan.

Semuanya berubah saat PSM Makassar mendatangannya pada Mei 2022.

Di sinilah Tavares memberi kepercayaan. Sananta diberi ruang untuk tumbuh, belajar, dan beradaptasi. Hasilnya? Musim lalu ia jadi top skor PSM dengan 11 gol, sejajar dengan Wiljan Pluim. Dari sinilah ia naik kelas.

Panggilan ke Timnas pun menyusul. Debut di era Shin Tae-yong, lalu cetak gol di Piala AFF 2022. Sekarang, Sananta membela DPMM FC di Brunei. Statistiknya mungkin tak segemerlap dulu cuma dua gol dari 15 laga tapi konteksnya beda. Adaptasi, sistem, dan peran yang berubah pasti berpengaruh.

Nah, kontraknya di Brunei berakhir 30 Juni 2026. Ini membuka peluang. Bisa pindah di paruh musim depan, atau nunggu awal musim 2026/2027.

Buat Persebaya, opsi pertama jelas lebih menarik. Jendela transfer masih terbuka sampai 6 Februari 2026, dan kebutuhan akan striker yang tajam itu terasa mendesak. Nggak bisa ditunda-tunda lagi.

Rumor ini langsung disambut hangat suporter. Mereka punya alasan. Sananta dilihat sebagai striker lokal dengan profil ideal: muda, kuat fisik, dan yang utama, sudah terbukti cocok dengan gaya pelatih yang sekarang.

Bernardo Tavares sendiri bersikap hati-hati menanggapi isu ini.

“Jendela transfer masih berlangsung hingga 6 Februari,” katanya. “Bisa saja tidak ada pemain yang datang, atau justru ada tambahan.”

Pernyataan yang normatif, sih. Tapi di balik itu, ada pesan tersirat. Tavares tahu, setiap pemain baru harus betul-betul pas dengan skema timnya. Dan Sananta? Dia adalah salah satu dari sedikit striker yang ia kenal betul seluk-beluknya.

Kalau akhirnya reuni ini terjadi, ini bukan cuma sekadar transfer pemain biasa. Ini upaya serius Persebaya untuk menambal lubang yang selama ini menganga. Sananta mungkin bukan jaminan gol setiap laga, tapi dia menawarkan kejelasan peran dan pemahaman sistem yang sudah ada.

Dalam sepak bola, striker yang dipahami betul oleh pelatihnya sering kali lebih berguna daripada bintang besar yang asing dengan taktik.

Bagi Persebaya yang lagi berjuang mencari taring di lini depan, Ramadhan Sananta mungkin bukan sekadar solusi sementara. Bisa jadi dia adalah potongan puzzle yang penting untuk bertahan di persaingan papan atas.

Imbang melawan Dewa United adalah sinyal yang keras. Sekarang, bola ada di pengurus klub. Keputusan ada di tangan mereka.

Akankah kisah lama Sananta dan Tavares dapat babak baru di Surabaya? Kita tunggu saja jawabannya dari bursa transfer.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler