Nah, kontraknya di Brunei berakhir 30 Juni 2026. Ini membuka peluang. Bisa pindah di paruh musim depan, atau nunggu awal musim 2026/2027.
Buat Persebaya, opsi pertama jelas lebih menarik. Jendela transfer masih terbuka sampai 6 Februari 2026, dan kebutuhan akan striker yang tajam itu terasa mendesak. Nggak bisa ditunda-tunda lagi.
Rumor ini langsung disambut hangat suporter. Mereka punya alasan. Sananta dilihat sebagai striker lokal dengan profil ideal: muda, kuat fisik, dan yang utama, sudah terbukti cocok dengan gaya pelatih yang sekarang.
Bernardo Tavares sendiri bersikap hati-hati menanggapi isu ini.
“Jendela transfer masih berlangsung hingga 6 Februari,” katanya. “Bisa saja tidak ada pemain yang datang, atau justru ada tambahan.”
Pernyataan yang normatif, sih. Tapi di balik itu, ada pesan tersirat. Tavares tahu, setiap pemain baru harus betul-betul pas dengan skema timnya. Dan Sananta? Dia adalah salah satu dari sedikit striker yang ia kenal betul seluk-beluknya.
Kalau akhirnya reuni ini terjadi, ini bukan cuma sekadar transfer pemain biasa. Ini upaya serius Persebaya untuk menambal lubang yang selama ini menganga. Sananta mungkin bukan jaminan gol setiap laga, tapi dia menawarkan kejelasan peran dan pemahaman sistem yang sudah ada.
Dalam sepak bola, striker yang dipahami betul oleh pelatihnya sering kali lebih berguna daripada bintang besar yang asing dengan taktik.
Bagi Persebaya yang lagi berjuang mencari taring di lini depan, Ramadhan Sananta mungkin bukan sekadar solusi sementara. Bisa jadi dia adalah potongan puzzle yang penting untuk bertahan di persaingan papan atas.
Imbang melawan Dewa United adalah sinyal yang keras. Sekarang, bola ada di pengurus klub. Keputusan ada di tangan mereka.
Akankah kisah lama Sananta dan Tavares dapat babak baru di Surabaya? Kita tunggu saja jawabannya dari bursa transfer.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027