Old Trafford bergemar Minggu malam lalu. Manchester United berhasil meraih tiga poin krusial setelah mengalahkan Fulham dengan skor tipis 3-2. Yang bikin tegang, dua gol tercipta di menit-menit injury time babak kedua, bikin jantung para suporter deg-degan.
Kemenangan ini mengukuhkan posisi MU di peringkat empat klasemen dengan 41 poin. Sementara Fulham, meski tampil ngotot, harus puas bertengger di posisi delapan dengan koleksi 34 poin.
Erik ten Hag menurunkan barisan starter yang cukup mengejutkan. Di bawah mistar gawang ada Senna Lammens, dengan lini belakang diisi Diogo Dalot, Harry Maguire, Lisandro Martinez, dan Luke Shaw. Casemiro, Kobbie Mainoo, dan Bruno Fernandes mengisi lini tengah. Tugas menyerang dipercayakan pada trio Amad Diallo, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo.
Fulham sendiri datang dengan kekuatan penuh. Bernd Leno menjaga gawang, dilindungi empat bek: Timothy Castagne, Joachim Andersen, Jorge Cuenca, dan Antonee Robinson. Sander Berge mengendalikan lini tengah didampingi Alex Iwobi, Emile Smith Rowe, Samuel Chukwueze, serta Harry Wilson. Ujung tombak tunggalnya adalah Raul Jiménez.
Sejak kick-off, United langsung mencoba mengambil inisiatif. Tapi jangan salah, Fulham nggak cuma main bertahan. Mereka beberapa kali membahayakan lewat serangan balik yang cepat, bikin pertahanan Setan Merah kalang kabut.
Kontroversi terjadi di menit ke-16. Wasit John Brooks awalnya memberi penalti untuk MU setelah ada insiden di kotak terlarang. Suasana sempat memanas. Namun begitu, setelah mengecek ulang di monitor VAR, Brooks menarik kembali keputusannya. Penalti dibatalkan.
Gol pembuka akhirnya datang juga. Di menit 19, Casemiro yang bebas dari kawalan lawan menyambut umpan tendangan bebas Bruno Fernandes. Sundulannya mantap, bola meluncur ke sudut kanan gawang Leno. 1-0 untuk tuan rumah.
Secara statistik, babak pertama justru dikuasai Fulham dengan penguasaan bola 51 persen, mengalahkan MU yang cuma 49. Tembakan ke gawang pun lebih banyak dari tim tamu: tujuh berbanding lima. Tapi, yang masuk baru satu.
Memasuki babak kedua, MU seolah bangkit. Mereka menggandakan keunggulan di menit 56. Usai kemelut di depan kotak penalti Fulham, bola liar disodok Casemiro ke arah Matheus Cunha. Tanpa ba-bi-bu, Cunha melepaskan tembakan keras yang tak bisa dihalangi Leno. 2-0.
Fulham sempat bersorak di menit 65. Jorge Cuenca mencetak gol setelah menerima umpan brilian dan menggetarkan jala gawang Lammens. Tapi, lagi-lagi VAR berbicara. Setelah ditinjau ulang, gol itu dianulir karena posisi offside. Nasib sial untuk si tim tamu.
Mereka baru benar-benar membobol gawang MU di menit 85. Harry Maguire melakukan pelanggaran di area kotak penalti, dan wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Raul Jimenez yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. 2-1.
Gol itu seperti menyuntikkan semangat baru. Fulham ngotot mengejar, berusaha mencuri poin di kandang United. Usaha mereka terbayar di menit 90 1. Kevin Santos Lopes de Macedo sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Old Trafford mendadak hening.
Tapi, drama belum usai. MU nggak mau malu kandang sendiri. Hanya berselang tiga menit kemudian, tepatnya di menit 90 4, Benjamin Sesko muncul sebagai pahlawan. Ia merayakan gol yang akhirnya menentukan kemenangan 3-2. Fulham tumbang di detik-detik akhir.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares