Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Hantam Israel Langsung

- Minggu, 01 Februari 2026 | 23:00 WIB
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Hantam Israel Langsung

Suasana di Timur Tengah kembali memanas. Kali ini, ancaman datang dari seorang penasihat kunci Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ali Shamkhani, dengan nada tegas, menyampaikan pesan yang gamblang: setiap serangan Amerika Serikat ke Iran akan dibalas dengan target langsung ke jantung Israel.

Tak cuma itu. Menurut Shamkhani, negara-negara di kawasan harus bersiap menghadapi dampak serius jika konflik benar-benar meletus. Mereka, kata dia, patut merasa khawatir. Sebab, konfrontasi ini berpotensi meluas dengan cepat dan sulit dikendalikan.

Pernyataannya disampaikan dalam sebuah wawancara dengan Al-Mayadeen TV.

"Pesan kami jelas. Setiap langkah yang menunjukkan niat bermusuhan dari pihak musuh akan kami balas. Responsnya akan proporsional, efektif, dan bersifat jera,"

Ia menegaskan, balasan Iran mencakup serangan jauh ke dalam entitas Zionis. Pesannya tidak main-main.

Perang Tak Akan Terkungkung di Laut

Shamkhani juga menegaskan bahwa Iran tidak membatasi skenario perang hanya di laut. Teheran, ujarnya, sudah mempersiapkan diri untuk opsi yang lebih luas dan lebih canggih. Persiapan itu dilakukan untuk menghadapi segala kemungkinan bentrokan militer.

Namun begitu, ada peringatan keras yang ia sampaikan. Perluasan perang hingga melibatkan negara-negara lain di kawasan disebutnya sebagai sesuatu yang tak terhindarkan. Ini harus jadi perhatian bersama semua pihak. Sejarah, menurutnya, sudah membuktikan bahwa perang di wilayah ini punya kecenderungan untuk membesar dengan cepat, seringkali di luar kendali para perencananya sendiri.

Jika serangan datang, Iran berjanji akan mengambil langkah-langkah yang lebih substansial dan efektif untuk mempertahankan diri.

Negara Teluk Main Aman

Ketegangan ini memuncak di tengah pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump tentang armada militer besar yang menuju Iran. Trump juga membicarakan opsi non-diplomatik alias militer jika diplomasi gagal.

Bahkan, sejumlah laporan media menyebut Washington sudah memberi tahu sekutunya di Timur Tengah tentang kemungkinan serangan dalam beberapa hari ke depan. Ancaman eskalasi regional pun menggantung.

Sebaliknya, Teheran membalas dengan ancaman respons yang belum pernah terjadi sebelumnya. Respons itu bisa saja menyasar pangkalan-pangkalan AS dan Israel.

Di tengah situasi genting ini, upaya mediasi dari negara-negara regional berjalan. Mereka berusaha mencegah konfrontasi skala penuh. Sikap negara-negara Teluk terlihat sangat hati-hati. Mereka dilaporkan menolak mengizinkan wilayah udara atau perairannya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran. Pilihan mereka jelas: main aman.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler