Di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Selasa (21/4) pagi, suasana apel terasa sedikit berbeda. Kapolres Kombes Reynold EH Hutagalung tak hanya menyampaikan amanat rutin. Ia justru menyerahkan penghargaan khusus. Bukan cuma untuk personelnya, tapi juga untuk warga biasa yang dinilai punya andil besar.
Acara itu dihadiri Wakapolres dan sejumlah pejabat utama. Reynold, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. "Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dan berani memberikan informasi," katanya.
"Ini kolaborasi nyata program Jaga Jakarta. Warga dan polisi bergerak bersama melindungi lingkungan dari ancaman narkoba," lanjut Reynold, menegaskan poin penting dari sinergi itu.
Menurutnya, keberhasilan beberapa pengungkapan terbaru sangat bergantung pada laporan dari masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan cepat oleh anggota di lapangan. Hasilnya, beberapa kasus peredaran bisa digagalkan.
Contoh nyatanya? Sebuah toko ikan hias yang ternyata jadi kedok penjualan obat-obat keras. Itu berhasil dibongkar berkat informasi dari warga sekitar. Reynold mengakui, kepekaan dan kecepatan personel merespons laporan adalah kunci utamanya.
"Makanya, penghargaan ini juga untuk anggota yang sigap," imbuhnya. Sinergi seperti ini, tegas dia, harus terus diperkuat. Tujuannya jelas: mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
Dari internal kepolisian, yang mendapat penghargaan antara lain Ipda Arief Huda Akbar, Ipda Bambang Nugroho, Aiptu Sumindar, Aipda Agustinus Widiarso, dan Bripda Haris Prayogo. Sementara dari unsur masyarakat, seorang warga bernama Mardiyanto mendapat pengakuan atas perannya menyampaikan informasi awal.
Bagi Polres Jakpus, semangat Jaga Jakarta jelas bukan tugas polisi semata. Keterlibatan aktif warga, keberanian mereka untuk melapor saat melihat sesuatu yang mencurigakan, adalah pilar penting. Itulah yang menjaga Jakarta agar tetap aman dan tertib. Sekaligus, tentu saja, memperkuat barisan dalam memerangi narkotika.
Artikel Terkait
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 60 Orang dalam Tiga Pekan, Ketidakpercayaan Masyarakat Jadi Hambatan Penanganan
Legenda PSM Soroti Dua Wajah Timnas Indonesia di Balik Kemenangan Telak atas Oman
Pemerintah Terbitkan PP Nomor 24 Tahun 2026, BUMN Ekspor DSI Jadi Saluran Tunggal Komoditas Strategis
Imigrasi Semarang Amankan Empat WNA Tiongkok dalam Penggerebekan Sindikat Love Scamming