Tragis! Pohon Tumbang di Dharmawangsa Tewaskan 1 Orang, Begini Respons Pemprov DKI

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:12 WIB
Tragis! Pohon Tumbang di Dharmawangsa Tewaskan 1 Orang, Begini Respons Pemprov DKI

Pohon Tumbang di Dharmawangsa Jakarta: 1 Tewas, 5 Mobil Rusak, Pemprov DKI Beri Santunan

Jakarta - Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta merespons cepat insiden pohon tumbang di kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kejadian pada Kamis (30/10) ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima mobil mengalami kerusakan.

Penanganan Langsung dan Komitmen Santunan Korban

Kepala Distamhut DKI Jakarta, MURIANETWORK.COM Sauri, menegaskan timnya telah diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan pohon tumbang yang menghalangi jalan. Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memberikan santunan atau ganti rugi kepada para korban.

"Pasti ada santunan dari kami, dari Pemprov ya. Kita lagi mengkaji," ujar Fajar. "Tim lagi di lapangan sedang bekerja untuk menangani pohon-pohon tumbang yang menghalangi jalan juga," tambahnya.

Pengecekan Menyeluruh Pohon Tua di Seluruh Jakarta

Sebagai langkah pencegahan, Distamhut akan melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi pohon-pohon tua di seluruh wilayah Jakarta. Tindakan ini bertujuan mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

"Jadi gini, pertama, kita akan pengecekan semua kesehatan pohon, terutama yang tua-tua, dan kita akan tebang. Yang pohon tua-tua kita tebang menyeluruh, lima wilayah," tegas Fajar.

Kronologi Insiden Pohon Tumbang di Jakarta Selatan

Insiden pohon tumbang di Dharmawangsa ini terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda Jakarta Selatan. Korban jiwa diketahui meninggal dunia setelah tertimpa pohon saat berada di dalam mobilnya.

"Satu orang (korban) dan ketika tiba di RSPP oleh Dokter dinyatakan meninggal dunia," jelas Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.

Sebanyak lima mobil dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon tumbang tersebut. Hujan deras dan angin kencang diduga menjadi faktor penyebab kejadian ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar