Arab Saudi dan UEA Tolak Jadi Pangkalan Serangan ke Iran, Ada Apa?
Jakarta – Ada pergeseran menarik di Timur Tengah. Dua sekutu utama Amerika Serikat di kawasan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, secara tegas menolak permintaan Washington untuk menggunakan wilayah mereka sebagai pangkalan operasi militer melawan Iran. Langkah ini, bagi banyak pengamat, bukan cuma penolakan biasa. Ini sinyal perubahan besar dalam peta kekuatan geopolitik regional.
Menurut Ustaz Bachtiar Nasir, Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), sikap kedua negara Teluk itu punya makna mendalam.
“Keputusan negara-negara Teluk untuk menutup wilayah darat, laut, dan udara mereka dari operasi militer terhadap Iran bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menunjukkan kemandirian strategis kawasan,” jelas Bachtiar dalam keterangannya, Sabtu lalu.
Laporan dari Saudi Press Agency (SPA) mengonfirmasi sikap Riyadh. Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) sendiri yang menyampaikan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, bahwa Arab Saudi tak akan mengizinkan wilayahnya dipakai untuk serangan ke Iran oleh pihak manapun.
“Sikap tersebut menunjukkan bahwa kepentingan stabilitas kawasan kini ditempatkan di atas tekanan kekuatan eksternal,” tambah Bachtiar yang juga memimpin Perkumpulan AQL itu.
Tak mau ketinggalan, Uni Emirat Arab pun bersuara lantang. Lewat pernyataan resmi Kementerian Luar Negerinya pada 26 Januari, Abu Dhabi menegaskan komitmen netralitasnya. Mereka dengan jelas menolak jika wilayah nasionalnya terseret dalam eskalasi konflik apa pun.
Jadi, apa yang sebenarnya mendorong keputusan berani ini? Bachtiar Nasir melihatnya sebagai kalkulasi pragmatis jangka panjang. Ini bukan soal solidaritas ideologis dengan Tehran, melainkan lebih kepada proteksi kepentingan nasional mereka sendiri.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral