Hujan deras mengguyur kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu siang lalu. Sayangnya, cuaca ekstrem itu berujung duka. Sebuah longsor menerjang Kampung Mekarsari di Desa Tribakti Mulya, merenggut nyawa dua anak kakak beradik yang sedang asyik makan siang.
Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Tebing setinggi 15 meter dengan lebar enam meter itu tiba-tiba bergeser.
"Iya, kejadiannya sekitar jam 14.30 WIB tadi," jelas Wahyudin.
"Pergerakan tanah longsor dipicu hujan deras dan kondisi tanah yang tidak stabil."
Korban pertama adalah seorang bayi mungil berusia tiga bulan. Bayi itu meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara kakaknya, Rere (5), sempat dibawa ke Rumah Sakit Bedas. Namun, nasib berkata lain. Gadis kecil itu menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan akibat luka-luka serius yang dideritanya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna yang langsung mendatangi lokasi turut menyampaikan duka. Ia menggambarkan detik-detik nahas itu. Saat longsor terjadi, kedua anak itu sedang berada di dapur. Tembok dapur mereka jebol diterjang material tanah dan bebatuan.
"Saya merasa prihatin atas musibah yang menimpa warga," ujar Dadang.
"Ada dua anak yang meninggal dunia, bayi 3 bulan dan kakaknya usia 5 tahun. Saat kejadian mereka sedang makan. Karena derasnya hujan, tembok dapur jebol dan langsung menimbun kedua anak tersebut."
Longsor itu juga berdampak pada satu rumah kontrakan milik warga lain. Untungnya, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dari rumah kedua. Hanya kerusakan material yang harus ditanggung.
Kejadian ini kembali mengingatkan kita akan bahaya laten di musim hujan. Kombinasi antara curah hujan tinggi dan struktur tanah yang labil bisa berubah menjadi ancaman mematikan dalam sekejap, terutama di daerah perbukitan seperti Pangalengan.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi