Jembatan Darurat di Agam Hanyut, Polisi Sumbar-Riau Gotong Royong Bangun Kembali

- Selasa, 09 Desember 2025 | 11:35 WIB
Jembatan Darurat di Agam Hanyut, Polisi Sumbar-Riau Gotong Royong Bangun Kembali

Hujan deras yang mengguyur Nagari Salareh Aia, Agam, ternyata tak hanya membawa air. Arus sungai yang meluap juga menyapu bersih jembatan darurat penghubung antardesa. Akses warga pun terputus.

Namun begitu, situasi ini tak berlangsung lama. Polda Sumbar dan Riau langsung bergerak cepat. Mereka bahu-membahu membangun kembali titian yang hilang itu.

Jembatannya sederhana saja, terbuat dari batang-batang pohon kelapa yang disusun melintang di atas sungai selebar enam meter. Dua baris batang itu diikat kuat-kuat, menghubungkan satu sisi ke sisi lain. Dengan bantuan alat berat, personel Samapta dari kedua Polda itu bekerja keras. Gotong royong di tepi sungai yang masih keruh.

Usaha mereka membuahkan hasil. Pada Senin (8/12/2025) lalu, jembatan darurat itu sudah bisa dilintasi lagi. Warga pun perlahan mulai kembali beraktivitas menggunakan akses darurat tersebut.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama jembatan darurat di sana hanyut. Sehari sebelumnya, Minggu (7/12/2025), arus sungai yang ganas akibat hujan lebat sudah menyeret satu jembatan. Beberapa jembatan darurat di Nagari Salareh Aia memang rawan terbawa saat debit air naik drastis pasca banjir bandang.

Polisi Gendong Lansia

Di sisi lain, aksi solidaritas juga tampak di lokasi lain. Di hilir sungai, tepatnya masih di Nagari Salareh Aia, aliran air sempat sangat deras sebelum hujan reda. Personel gabungan sudah siaga di sana, siap membantu warga yang kesulitan.

Tim BKO Polda Riau terlihat dengan sigap menyeberangkan warga. Mereka tak segan menggendong para lansia dan anak-anak, mengantar mereka sampai ke seberang dengan selamat.

Tak cuma menyeberangkan, personel polisi itu juga turun tangan membersihkan rumah-rumah warga yang dipenuhi lumpur dan material sisa banjir. Bahkan ekskavator dikerahkan untuk mengeruk lumpur serta puing kayu dan bangunan yang berserakan. Pemandangan yang cukup menyentuh di tengah musibah.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler