KARAKAS Detail baru yang dramatis terungkap soal operasi militer AS di Venezuela awal Januari lalu. Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello membongkar cerita di balik penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan sang ibu negara, Cilia Flores. Kisahnya ternyata lebih kompleks dari sekadar misi militer belaka.
Operasi besar-besaran yang mengguncang Ibu Kota Karakas pada 3 Januari 2026 itu memang berdarah. Serangan pasukan AS, menurut Cabello, menelan korban hingga seratus jiwa. Suasana kota kala itu pasti mencekam. Namun, di tengah kekacauan itu, ada sebuah momen manusiawi yang justru menjadi penentu.
Rencana awal AS sebenarnya cuma menangkap Maduro. Tapi saat pasukan elite Delta Force hendak membawanya pergi, Cilia Flores bersikeras tidak mau ditinggal. Ia menolak untuk berdiri sendiri di tengah situasi yang kritis dan tak menentu.
“Jika kalian membawa suami saya, kalian juga harus membawa saya,”
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diduga Terlibat Pemerasan
Survei Internasional: Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN
Presiden Prabowo Dijadwalkan Temui Putin di Rusia Besok, Bahas Energi dan Geopolitik
Ekspor Kendaraan Listrik China Tembus Rekor 349.000 Unit di Tengah Gejolak Harga Minyak