Begitulah Cabello menirukan ucapan tegas Flores dalam pernyataannya di televisi nasional, Kamis (8/1) lalu. Permintaan itu bukan main-main. Itu adalah pilihan personal yang kuat, sebuah keinginan untuk tetap mendampingi suami dalam momen paling gelap mereka.
Alhasil, bukan karena perintah komandan atau strategi militer, Flores akhirnya ikut dibawa karena permintaannya sendiri. Pasangan itu kemudian dibawa jauh ke New York untuk menghadapi pengadilan federal. Di sana, keduanya membantah semua tuduhan, mulai dari narkoterorisme hingga perdagangan narkoba internasional tuduhan yang sudah lama melekat pada rezim Maduro.
Operasi penangkapan yang keras itu juga meninggalkan bekas fisik. Maduro terluka di kaki, sementara Flores mengalami luka di kepala dan tubuhnya. Kabar terakhir, kondisi mereka sedang dalam proses pemulihan. Meski begitu, luka yang lebih dalam, tentu saja, adalah trauma dari peristiwa yang mengubah hidup mereka dalam sekejap itu.
Artikel Terkait
Menhub Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 18 Maret, Andalkan WFA untuk Sebaran Arus
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Denpasar, Evakuasi Warga dan Wisatawan Berlangsung
Kurma di Bulan Ramadan: Tradisi Berbuka yang Didukung Bukti Ilmiah