Begitulah Cabello menirukan ucapan tegas Flores dalam pernyataannya di televisi nasional, Kamis (8/1) lalu. Permintaan itu bukan main-main. Itu adalah pilihan personal yang kuat, sebuah keinginan untuk tetap mendampingi suami dalam momen paling gelap mereka.
Alhasil, bukan karena perintah komandan atau strategi militer, Flores akhirnya ikut dibawa karena permintaannya sendiri. Pasangan itu kemudian dibawa jauh ke New York untuk menghadapi pengadilan federal. Di sana, keduanya membantah semua tuduhan, mulai dari narkoterorisme hingga perdagangan narkoba internasional tuduhan yang sudah lama melekat pada rezim Maduro.
Operasi penangkapan yang keras itu juga meninggalkan bekas fisik. Maduro terluka di kaki, sementara Flores mengalami luka di kepala dan tubuhnya. Kabar terakhir, kondisi mereka sedang dalam proses pemulihan. Meski begitu, luka yang lebih dalam, tentu saja, adalah trauma dari peristiwa yang mengubah hidup mereka dalam sekejap itu.
Artikel Terkait
Ekonom UI: Defisit APBN 2025 Masih Aman, Bukan Sinyal Krisis
KPK Beberkan Pengembalian Rp 100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
Kemnaker Tegaskan: Kabar Cairnya BSU 2026 Masih Hoaks, Waspada Penipuan!
Operasi SAR KM Putri Sakinah Ditutup, Satu Korban Warga Spanyol Masih Hilang