Sebanyak 77 personel Polres Metro Jakarta Barat tiba-tiba menjalani tes urine. Hasilnya? Nihil. Tak satu pun anggota yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Pemeriksaan mendadak itu dipimpin langsung oleh Kapolres, Kombes Twedy Aditya Bennyahdi. Menurut sejumlah saksi, pengujian berlangsung tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, menegakkan prinsip kejutan yang ketat.
Twedy sendiri yang menjelaskan maksud di balik aksi ini.
"Hari ini kita lakukan pemeriksaan kepada para personel secara dadakan. Sebelumnya juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap para pejabat utama," ujarnya kepada awak media, Selasa lalu.
"Total keseluruhan ada 77 personel yang telah menjalani tes urine, dan hasilnya seluruhnya negatif dari penyalahgunaan narkoba," sambung Twedy.
Jelas sekali, langkah ini bukan sekadar formalitas. Di sisi lain, ini adalah upaya nyata menjaga integritas dan memastikan setiap orang dalam lingkungannya bersih dari barang haram. Twedy menegaskan, tes semacam ini punya tujuan ganda: mengawasi dan sekaligus mencegah.
"Pengecekan urine ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya anggota yang melakukan pelanggaran terkait penyalahgunaan narkoba," tuturnya.
Dan rupanya, ini baru permulaan. Kegiatan serupa akan terus berlanjut secara berkala tetap tanpa pemberitahuan. Strategi ini diyakini bisa menjadi pengawasan internal yang efektif, demi menciptakan iklim kerja yang lebih profesional dan, tentu saja, bersih.
Artikel Terkait
Pemukim Yahudi Kembali Serbu Masjid Al-Aqsa di Bawah Kawalan Polisi Israel, Kibarkan Bendera di Halaman Masjid
Polisi Tangkap Pria Perusak Mobil di Tol JORR yang Videonya Viral
Prabowo dan Megawati Tampak Akrab dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80
Pancasila di Tengah Kebisingan Politik: Momentum Mengembalikan Demokrasi pada Etika dan Kepentingan Rakyat