Indonesia Tertinggal 1-2 dari Thailand Usai Alwi Farhan Tumbang di Piala Thomas 2026

- Minggu, 26 April 2026 | 18:00 WIB
Indonesia Tertinggal 1-2 dari Thailand Usai Alwi Farhan Tumbang di Piala Thomas 2026

HORSENS Piala Thomas 2026 belum ramah bagi Indonesia. Tim Merah-Putih kini tertinggal 1-2 dari Thailand, setelah Alwi Farhan tumbang di sektor tunggal putra. Pertandingan yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026) itu berjalan sengit, penuh drama, dan akhirnya menyisakan kekecewaan.

Alwi sebenarnya memulai laga dengan cukup meyakinkan. Gim pertama jadi miliknya. Ia menang 21-14, tampil disiplin, dan seolah punya kendali penuh atas jalannya permainan. Sempat unggul 16-14, ia terus menekan Panitchaphon Teeraratsakul dengan ritme yang terjaga. Tidak ada celah berarti bagi lawan.

Tapi begitu gim kedua dimulai, ceritanya berubah drastis.

Panitchaphon mendadak mengubah pola main. Lebih agresif, lebih cepat, dan sepertinya sudah membaca strategi Alwi. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Alwi mulai kerepotan. Ia kehilangan ritme, beberapa kali salah antisipasi, dan akhirnya menyerah 17-21 di gim kedua.

Gim ketiga? Jelas pertarungan sengit. Keduanya saling kejar poin, tapi sayangnya Alwi kembali kesulitan keluar dari tekanan. Lawan terus mendikte permainan. Skor 16-21 pun mengakhiri perlawanan Alwi. Kekalahan ini membuat posisi Indonesia di Grup D makin tertekan.

Menurut sejumlah pengamat di lokasi, mental Alwi sebenarnya cukup kuat di awal. Namun, perubahan tempo dari Panitchaphon di gim kedua dan ketiga membuatnya kehilangan pijakan. "Dia mulai ragu-ragu, dan itu langsung dimanfaatkan lawan," ujar salah satu staf pelatih yang enggan disebut namanya.

Dengan hasil ini, Indonesia harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan keadaan. Laga belum selesai. Masih ada sektor ganda dan tunggal lainnya yang bisa menjadi penentu. Tapi jelas, jalan menuju kemenangan kini terasa lebih terjal.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar