Saham BUMI Melonjak 9%, Akuisisi Tambang Rp 984 Miliar Jadi Katalis

- Selasa, 25 November 2025 | 10:45 WIB
Saham BUMI Melonjak 9%, Akuisisi Tambang Rp 984 Miliar Jadi Katalis

Jakarta - Aksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) benar-benar mencuri perhatian di pasar modal hari ini. Pada Selasa (25/11/2025) pagi, saham emiten tambang ini melesat tinggi, didorong oleh sentimen positif dari sejumlah katalis korporasi dan sinyal teknikal yang kian menguat.

Catatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, tepat pukul 10.13 WIB, BUMI sudah naik 9,17 persen ke level Rp238 per saham. Yang bikin heboh, nilai transaksinya mencapai Rp1,78 triliun angka yang cukup fantastis. Dalam sepekan terakhir, kenaikannya bahkan tembus 10,28 persen. Dan kalau dilihat dari performa sebulan belakangan, grafiknya benar-benar hijau dengan lonjakan hingga 77,61 persen.

Michael Yeoh, seorang pengamat pasar modal, menyoroti kabar rencana akuisisi yang sedang hangat diperbincangkan.

"Saham BUMI dikabarkan akan mengakuisisi 45 persen saham Laman Mining senilai sekitar Rp984 miliar,"

ungkapnya, Selasa (25/11/2025).

Menurut Michael, proyek yang menyertai akuisisi ini menarik perhatian pasar karena skalanya yang tidak main-main. Ada rencana pembangunan pabrik alumina berkapasitas 2,4 juta ton per tahun, dengan kebutuhan bauksit mencapai 7,9 juta ton per tahun. Proyeksi operasionalnya ditargetkan kuartal II-2026.

"Hal ini menjadi salah satu prospek cerah bagi saham BUMI di mata investor,"

tambahnya.

Di sisi lain, Michael juga mengingatkan bahwa BUMI masih menunggu kepastian dari sisi tata kelola.

"Selain itu, BUMI juga menunggu approval terkait kuasi reorganisasi yang sudah disetujui di RUPSLB,"

tuturnya.

Dari sudut pandang teknikal, ia melihat sinyal yang cukup menjanjikan.

"BUMI memiliki pola bullish flag, dengan potensi melewati angka 244 sebagai resistance, support di 206, dan target ke 260,"

katanya memberi gambaran.

Perubahan jajaran direksi dan komisaris turut mewarnai dinamika perusahaan. BUMI baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (19/11/2025). Rapat yang dihadiri pemegang saham pemilik 80,81 persen suara sah itu menghasilkan keputusan penting: perubahan susunan pengurus perusahaan.

Tiga pejabat mengundurkan diri, yaitu Jinping Ma (Komisaris), Yingbin Ian He (Direktur), dan Ashok Mitra (Direktur). Mereka diberikan pembebasan dan pelepasan tanggung jawab, asalkan semua tindakan mereka selama menjabat tercatat dalam laporan resmi dan tidak melanggar hukum.

Sebagai pengganti, rapat menyetujui pengangkatan Christopher Fong sebagai Direktur baru. Masa jabatannya akan berlangsung hingga Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2030, kecuali ada perubahan kebijakan dari pemegang saham.

Sementara itu, dari sisi ekspansi, manajemen BUMI dalam paparan kinerja kuartal III-2025 pada Kamis (20/11) menyampaikan proyeksi baru di segmen emas dan bauksit. Dikutip dari Stockbit, tambang emas Jubilee Metals Limited berpotensi mencapai kapasitas produksi 25.000 troy ons per tahun saat sudah beroperasi penuh. Meski begitu, jadwal pastinya belum diumumkan.

Untuk tambang Wolfram Limited, produksi bisa dimulai lebih cepat dari rencana awal Juni 2026. Di tahun pertama operasi, tambang ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 50.000 troy ons emas.

Di segmen bauksit, PT Laman Mining disebut memiliki cadangan sekitar 30 juta ton. Jumlah ini berpeluang naik jadi 50 juta ton jika BUMI berhasil mendapat persetujuan perluasan area tambang.

Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar