JAKARTA – Peluang usaha SPBU di tanah air masih terbilang cerah. Bagaimana tidak? Kebutuhan masyarakat akan bahan bakar kendaraan tak pernah benar-benar surut. Bagi yang berminat terjun ke bisnis ini, menjadi mitra Pertamina Patra Niaga bisa jadi pilihan.
Nah, kira-kira berapa sih modal yang harus disiapkan? Mari kita urai satu per satu.
Pertama-tama, soal lahan. Luas minimalnya sangat bergantung pada lokasi, dengan syarat lebar mukanya tak kurang dari 20 meter. Pertamina sendiri punya beberapa tipe SPBU dengan desain standar yang berbeda-beda.
Yang paling umum, SPBU Reguler. Untuk tipe ini, Anda butuh lahan seluas minimal 1.000 meter persegi. Paling sedikit harus ada dua pulau pompa. Saat ini, penyediaan PLTS atap juga sudah menjadi kewajiban. Dari segi modal, siapkan investasi sekitar Rp 6 miliar, itu pun di luar biaya tanah.
Ada opsi lain yang lebih ringan: SPBU Mini. Luas lahannya bisa mulai dari 600 meter persegi, dengan maksimal satu pulau pompa saja. Investasinya? Dibawah Rp 2,5 miliar, tentu di luar harga tanah.
Terakhir, ada SPBU Kompak. Ini cocok untuk lokasi dengan lahan terbatas, minimal 200 meter persegi. Bangunannya bisa permanen atau modular, dengan sarana penyimpanan bahan bakar mulai dari 1 kiloliter. Kisaran investasinya sekitar Rp 1 miliar, lagi-lagi di luar tanah.
Lalu, bagaimana dengan syarat untuk jadi mitra?
Calon mitra wajib berbadan hukum, bisa berupa Perseroan Terbatas (PT) atau Koperasi. Tidak boleh perorangan.
Dokumen pendukungnya pun mesti lengkap. Beberapa yang utama antara lain KTP pemilik, NPWP perusahaan, serta akta pendirian dan perubahan (jika ada). Yang tak kalah penting adalah bukti kemampuan finansial.
Anda perlu menyertakan rekening koran, tabungan, deposito, atau giro atas nama pemilik atau badan usaha untuk 3 bulan terakhir.
Khusus untuk SPBU Reguler, akumulasi saldo di rekening itu minimal harus mencapai Rp 2 miliar. Angka yang tidak kecil, tapi sebanding dengan skala usahanya.
Jadi, tertarik mencoba? Persiapkan semuanya dengan matang sebelum memutuskan melangkah.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Guncang Pasar, Indeks Saham AS Beragam di Awal Pekan
Ancaman Tarif Tinggi Trump Dorong Banyak Negara Beli Minyak Rusia
TOBA Tetap Bagikan Dividen USD8,89 Juta Meski Rugi Bersih 2025 Capai USD162 Juta
Aset Investasi Tembus Rp1.084 Triliun, tapi Kontribusi ke PDB Masih Kalah Jauh dari Tetangga