Pengawasan Ketat UTBK SNBT 2026 di UI, Termasuk Pemeriksaan Hijab untuk Cegah Kecurangan

- Selasa, 21 April 2026 | 12:50 WIB
Pengawasan Ketat UTBK SNBT 2026 di UI, Termasuk Pemeriksaan Hijab untuk Cegah Kecurangan

Kawasan kampus Universitas Indonesia pagi itu tampak berbeda. Bukan hanya karena hiruk-pikuk calon mahasiswa, tapi juga karena pengawasan ketat yang menyambut mereka. Ya, UI menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan UTBK SNBT 2026, dan panitia tampaknya tak main-main dalam mengawal integritas tes ini.

Pemeriksaan dimulai begitu peserta mendekati pintu ruang ujian. Tas-tas harus ditaruh di depan, lalu satu per satu tubuh peserta dipindai dengan metal detector. Rina Rahmawati, penanggung jawab lokasi, menjelaskan langkah ini penting untuk mengantisipasi barang-barang terlarang yang mungkin dibawa.

"Tas para peserta ditaruh di depan, lalu kita cek dengan menggunakan metal detector. Untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan menggunakan barang-barang yang tidak diperbolehkan,"

ujar Rina di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan UI, Depok, Selasa (21/4/2026).

Namun begitu, pengawasan tak berhenti di situ. Ada pemeriksaan khusus yang lebih detail, terutama bagi peserta perempuan yang mengenakan hijab. Menurut Rina, ini perlu dilakukan karena alat komunikasi atau alat bantu dengar bisa saja disembunyikan di baliknya.

"Kami tambahkan juga untuk yang wanita Muslim berhijab karena kita tidak bisa melihat dari luar. Jadi pengawasnya membantu melakukan body checking untuk memeriksa apakah memakai alat bantu dengar di telinganya atau tidak,"

tuturnya lagi.

Di sisi lain, semua ketatnya prosedur itu membuahkan hasil yang positif, setidaknya untuk sesi pertama. Rina dengan lega menyatakan bahwa tidak ada indikasi kecurangan yang ditemukan pada pelaksanaan pagi hari itu.

"Alhamdulillah, untuk sesi pagi ini tidak ada kecurangan yang dimaksud. Jadi sebelum ujian dimulai kita sudah melakukan pengecekan terlebih dahulu dan itu tidak ditemukan alat-alat yang dilarang,"

tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian aturan main sudah dijalankan sesuai SOP. Bahkan sebelum ujian dimulai, peserta sudah dikumpulkan untuk mendapat pengarahan lengkap tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan ujian yang adil untuk semua.

Reporter: Nadya Kurnia

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar